Home / PEMERINTAHAN / Dari Candi Menggema ke Dunia: Bea Cukai Jatim I Genjot Ekspor Alas Kaki Sidoarjo, Kawasan Berikat Jadi Mesin Baru Ribuan Lapangan Kerja dan Lonjakan Ekonomi Lokal

Dari Candi Menggema ke Dunia: Bea Cukai Jatim I Genjot Ekspor Alas Kaki Sidoarjo, Kawasan Berikat Jadi Mesin Baru Ribuan Lapangan Kerja dan Lonjakan Ekonomi Lokal

SIDOARJO,PORTAL SATU ID Optimisme terhadap penguatan industri manufaktur nasional kembali menguat seiring langkah strategis Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kantor Wilayah Jawa Timur I dalam mendorong ekspansi ekspor produk unggulan daerah. Melalui pemberian fasilitas Kawasan Berikat kepada PT Prima Dinamika Sentosa, pemerintah menegaskan komitmennya untuk mempercepat transformasi industri lokal agar mampu bersaing dan masuk lebih dalam ke rantai pasok global.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi besar negara dalam membangun ekosistem industri berorientasi ekspor yang lebih efisien, kompetitif, dan berkelanjutan. Fasilitas Kawasan Berikat memungkinkan perusahaan memperoleh berbagai kemudahan fiskal dan operasional, mulai dari pengelolaan bahan baku impor, percepatan proses produksi, hingga efisiensi distribusi ke pasar internasional.

PT Prima Dinamika Sentosa, yang berlokasi di kawasan Candi, Kabupaten Sidoarjo, menjadi salah satu penerima fasilitas tersebut setelah melalui proses evaluasi menyeluruh oleh jajaran Bea Cukai Jawa Timur I. Penilaian dilakukan terhadap kesiapan proses bisnis, kapasitas produksi, serta orientasi ekspor perusahaan yang dinilai kuat dan terukur.

Kepala Kantor Wilayah DJBC Jawa Timur I, Rusman Hadi, menegaskan bahwa Kawasan Berikat bukan sekadar fasilitas teknis, melainkan instrumen strategis untuk memperkuat daya saing industri nasional di pasar global yang semakin kompetitif.

Ia menjelaskan bahwa fasilitas ini dirancang untuk memberikan ruang lebih luas bagi pelaku usaha dalam meningkatkan efisiensi, mempercepat produksi, serta mengoptimalkan arus modal kerja agar dapat difokuskan pada pengembangan usaha dan ekspansi pasar.

“Fasilitas Kawasan Berikat merupakan bentuk keberpihakan negara kepada industri berorientasi ekspor. Tujuannya agar pelaku usaha dapat meningkatkan efisiensi, memperluas pasar, dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global,” ujar Rusman Hadi.

Kepercayaan terhadap PT Prima Dinamika Sentosa semakin menguat seiring dengan target ambisius perusahaan yang menetapkan 100 persen hasil produksinya untuk pasar ekspor. Produk alas kaki yang diproduksi di Sidoarjo tersebut akan dipasarkan ke berbagai negara melalui kerja sama dengan sejumlah merek internasional ternama, di antaranya Dearfoams, Bombas, GAP, hingga Tommy Hilfiger.

Masuknya produk lokal ke jaringan merek global tersebut menjadi penanda meningkatnya kualitas industri manufaktur Indonesia. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa produk dalam negeri kini tidak hanya mampu bersaing, tetapi juga dipercaya dalam rantai pasok internasional yang menuntut standar tinggi, konsistensi produksi, dan ketepatan waktu pengiriman.

Dampak ekonomi dari fasilitas ini tidak berhenti pada peningkatan ekspor semata. Lebih jauh, keberadaannya diproyeksikan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar melalui penciptaan lapangan kerja dalam skala besar.

Dalam rencana ekspansinya, PT Prima Dinamika Sentosa menargetkan penyerapan hingga 1.000 tenaga kerja baru dalam kurun waktu tiga tahun ke depan. Kesempatan kerja ini mencakup berbagai sektor, mulai dari produksi, logistik, administrasi, pengendalian mutu, hingga bidang pendukung operasional lainnya.

Penyerapan tenaga kerja tersebut diharapkan mampu menjadi pendorong signifikan dalam menurunkan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sidoarjo dan wilayah sekitarnya.

Selain menciptakan lapangan kerja langsung, pertumbuhan industri ini juga diperkirakan memicu efek berganda (multiplier effect) yang kuat di tingkat lokal. Aktivitas produksi dan mobilitas tenaga kerja akan mendorong tumbuhnya berbagai sektor ekonomi pendukung seperti rumah kos, warung makan, kedai kopi, jasa transportasi, usaha katering, hingga perdagangan kecil dan menengah di sekitar kawasan industri.

Efek domino tersebut memperlihatkan bahwa keberadaan industri tidak hanya berdampak pada perusahaan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat secara lebih luas dan berkelanjutan.

Dari sisi nasional, orientasi ekspor penuh perusahaan turut memberikan kontribusi terhadap peningkatan devisa negara. Setiap produk alas kaki yang berhasil menembus pasar internasional menjadi bagian dari penguatan neraca perdagangan Indonesia dan memperkuat posisi ekonomi nasional di tengah persaingan global.

Fasilitas Kawasan Berikat juga memberikan keuntungan strategis lain bagi perusahaan, seperti percepatan arus bahan baku impor, efisiensi waktu produksi, serta fleksibilitas pengelolaan modal kerja. Kondisi ini memungkinkan perusahaan mengalihkan sumber daya finansial untuk peningkatan kapasitas produksi, pengembangan teknologi, inovasi produk, dan perluasan pasar ekspor ke berbagai negara tujuan baru.

Sinergi antara pemerintah dan dunia usaha melalui kebijakan ini menjadi bukti bahwa penguatan industri nasional membutuhkan dukungan regulasi yang tepat sasaran. Dengan ekosistem yang kondusif, industri lokal memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh dan naik kelas menjadi pemain global.

Keberhasilan PT Prima Dinamika Sentosa diharapkan menjadi contoh bagi pelaku industri lainnya untuk terus meningkatkan kualitas produksi dan memanfaatkan berbagai fasilitas pemerintah guna mempercepat ekspansi usaha.

Dengan dukungan kebijakan yang progresif, penguatan peran Bea Cukai Jawa Timur I, serta meningkatnya kepercayaan pasar internasional terhadap produk Indonesia, industri manufaktur nasional kini berada pada jalur yang semakin kuat untuk berkembang. Dari Sidoarjo, produk alas kaki buatan dalam negeri tidak hanya menembus pasar dunia, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan ekonomi daerah yang berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja, peningkatan devisa, dan penguatan posisi Indonesia dalam peta perdagangan global (Dd).

Tagged:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp