Home / PEMERINTAHAN / DARI MUHARRAM MENUJU INDONESIA TANPA KORUPSI: MAKI Jatim Serukan Revolusi Integritas Nasional, Hijrah Moral Jadi Fondasi Pemerintahan Bersih

DARI MUHARRAM MENUJU INDONESIA TANPA KORUPSI: MAKI Jatim Serukan Revolusi Integritas Nasional, Hijrah Moral Jadi Fondasi Pemerintahan Bersih

SIDOARJOPORTAL SATU ID Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah dimaknai sebagai momentum strategis untuk membangun kesadaran kolektif bangsa dalam memperkuat integritas, meneguhkan amanah, dan mempercepat lahirnya budaya antikorupsi di seluruh lini kehidupan. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa, semangat hijrah dinilai harus menjadi energi perubahan menuju Indonesia yang lebih bersih, transparan, berkeadilan, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.

Seruan tersebut disampaikan LSM Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Organisasi yang selama ini konsisten mengawal isu pemberantasan korupsi itu mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momentum 1 Muharram sebagai titik awal revolusi moral untuk memperkuat karakter bangsa sekaligus memperkokoh komitmen melawan segala bentuk penyalahgunaan kewenangan.

Ketua MAKI Jawa Timur, Heru Satriyo, mengatakan bahwa makna hijrah yang diwariskan dalam sejarah Islam memiliki pesan yang sangat relevan dengan kondisi bangsa saat ini. Menurutnya, hijrah tidak hanya berarti perpindahan secara fisik, melainkan transformasi menuju kehidupan yang lebih baik, lebih jujur, lebih bertanggung jawab, dan lebih berintegritas.

“Hijrah adalah keberanian meninggalkan kebiasaan yang buruk menuju perilaku yang lebih bermartabat. Dalam konteks kehidupan berbangsa, hijrah berarti meninggalkan budaya koruptif, penyalahgunaan kekuasaan, serta segala bentuk tindakan yang merugikan masyarakat dan negara,” ujar Heru Satriyo, Senin (15/6/2026).

Menurutnya, tantangan terbesar Indonesia saat ini bukan hanya persoalan ekonomi maupun pembangunan, tetapi juga bagaimana membangun karakter bangsa yang kuat dan berintegritas. Sebab, kemajuan suatu negara tidak hanya ditentukan oleh besarnya sumber daya alam atau kecanggihan teknologi, melainkan juga oleh kualitas moral sumber daya manusianya.

Dalam pesan resminya, keluarga besar MAKI Jawa Timur menyampaikan ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah kepada seluruh masyarakat Indonesia. Organisasi tersebut juga mengajak masyarakat menjadikan pergantian tahun Hijriah sebagai momentum introspeksi dan perbaikan diri dalam menjaga amanah serta memperkuat kepedulian terhadap kepentingan bersama.

“Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan, kedamaian, kesehatan, keselamatan, serta kekuatan kepada kita semua dalam menjaga amanah dan menebarkan kebaikan untuk negeri,” demikian pernyataan resmi keluarga besar MAKI Jawa Timur.

Heru menegaskan bahwa korupsi pada dasarnya bukan hanya kejahatan hukum, tetapi juga bentuk pengkhianatan terhadap amanah publik. Karena itu, upaya pemberantasannya tidak cukup hanya mengandalkan penindakan oleh aparat penegak hukum, melainkan harus dibarengi dengan pembangunan budaya integritas yang dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga.

Menurutnya, pendidikan karakter harus menjadi prioritas dalam membangun generasi masa depan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab sosial yang tinggi.

“Pemberantasan korupsi harus dimulai dari pembentukan karakter. Ketika kejujuran menjadi kebiasaan dan amanah menjadi prinsip hidup, maka ruang bagi korupsi akan semakin sempit. Integritas harus menjadi budaya yang hidup dalam setiap aktivitas masyarakat,” tegasnya.

MAKI Jatim memandang bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam semangat hijrah memiliki hubungan yang erat dengan upaya menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel. Kejujuran, amanah, disiplin, serta tanggung jawab merupakan fondasi utama dalam membangun birokrasi yang profesional dan berpihak kepada rakyat.

Heru Satriyo menambahkan bahwa keberhasilan pembangunan nasional tidak dapat dipisahkan dari kualitas integritas para pemimpin dan aparatur negara. Ketika penyelenggara pemerintahan mampu menjalankan amanah dengan baik, maka kepercayaan publik akan meningkat dan pembangunan dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menjaga integritas para pemimpinnya. Ketika kepercayaan rakyat terjaga, maka stabilitas sosial, ekonomi, dan pembangunan nasional akan semakin kuat,” ujarnya.

Mengusung tema “Semangat Hijrah, Perkuat Integritas, Wujudkan Indonesia Bersih dari Korupsi”, MAKI Jawa Timur mengajak pemerintah, lembaga pendidikan, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, serta seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama membangun gerakan moral yang berkesinambungan dalam memperkuat budaya antikorupsi.

Di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang semakin cepat, MAKI Jatim menilai bahwa nilai-nilai spiritual tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga arah pembangunan bangsa. Kemajuan tanpa integritas hanya akan melahirkan berbagai persoalan baru yang dapat menggerus kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.

Karena itu, momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah diharapkan menjadi titik refleksi nasional bahwa perubahan besar selalu dimulai dari perubahan diri. Semangat hijrah harus diterjemahkan menjadi gerakan nyata untuk memperkuat kejujuran, meningkatkan kepedulian sosial, menjaga amanah, serta menolak segala bentuk penyimpangan yang merugikan rakyat.

Bagi MAKI Jawa Timur, perjuangan melawan korupsi bukan sekadar agenda hukum, melainkan gerakan moral untuk menyelamatkan masa depan bangsa. Dari semangat hijrah itulah diharapkan lahir generasi yang berintegritas, birokrasi yang bersih, kepemimpinan yang amanah, dan Indonesia yang semakin maju, adil, bermartabat, serta terbebas dari praktik korupsi.

Momentum 1 Muharram 1448 Hijriah pun menjadi pengingat bahwa cita-cita mewujudkan Indonesia yang bersih bukanlah tugas satu kelompok atau satu lembaga semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh anak bangsa. Dengan integritas sebagai fondasi dan kejujuran sebagai budaya, Indonesia memiliki kekuatan untuk melangkah menuju masa depan yang lebih cerah, berkeadilan, dan sejahtera bagi seluruh rakyat (Red).

Tagged:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp