Home / PEMERINTAHAN / Dari SMAN 15 Surabaya Menuju Masa Depan Anggar Nasional, Sandika Anugrah Pratama Sya’ban Menjadi Wajah Regenerasi Atlet Muda IKASI Jawa Timur yang Siap Mengukir Prestasi

Dari SMAN 15 Surabaya Menuju Masa Depan Anggar Nasional, Sandika Anugrah Pratama Sya’ban Menjadi Wajah Regenerasi Atlet Muda IKASI Jawa Timur yang Siap Mengukir Prestasi

SURABAYA, Kamis (30/7/2026) –PORTAL SATU ID Pembangunan prestasi olahraga tidak hanya ditentukan oleh keberhasilan atlet yang tengah berlaga di panggung internasional, tetapi juga oleh keseriusan dalam menyiapkan generasi penerus sejak usia sekolah. Di tengah proses regenerasi atlet yang terus diperkuat, Jawa Timur kembali menghadirkan sosok muda yang menunjukkan semangat, disiplin, dan komitmen tinggi dalam cabang olahraga anggar, yakni Sandika Anugrah Pratama Sya’ban, pelajar Kelas X SMAN 15 Surabaya yang menjalani pembinaan di bawah Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) Jawa Timur.

Sandika menjadi salah satu contoh bagaimana dunia pendidikan mampu berjalan selaras dengan pembinaan olahraga prestasi. Di sela-sela aktivitas belajar sebagai siswa sekolah menengah atas, ia tetap menjalani program latihan secara rutin untuk meningkatkan kemampuan teknik, kecepatan, ketepatan, kelincahan, serta kesiapan mental yang menjadi unsur penting dalam olahraga anggar.

Komitmen tersebut mencerminkan pentingnya pembinaan sejak usia dini sebagai fondasi dalam mencetak atlet masa depan. IKASI Jawa Timur terus membangun sistem pembinaan berjenjang agar lahir regenerasi atlet yang mampu melanjutkan tradisi prestasi daerah sekaligus memperkuat tim nasional Indonesia di berbagai ajang internasional.

Semangat pembinaan itu semakin terlihat saat Chief de Mission (CdM) Kontingen Indonesia untuk Asian Games Aichi–Nagoya 2026, Todotua Pasaribu, melakukan kunjungan ke Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Anggar Jawa Timur di Lapangan Jatim Seger Dispora Jawa Timur, Jalan Kertajaya Indah, Surabaya, Kamis (30/7/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Todotua didampingi Kepala Bidang Dispora Jawa Timur Hadi Wawan, Sekretaris Jenderal PB IKASI Firtian Judiswandarta, Penjabat Ketua IKASI Jawa Timur Atres HSP, serta pelatih anggar IKASI Jawa Timur Suparlan. Kunjungan itu bertujuan meninjau kesiapan atlet sekaligus memberikan motivasi kepada seluruh jajaran pembina dan atlet yang tengah menjalani pemusatan latihan.

Todotua menegaskan bahwa dirinya hadir dalam kapasitas sebagai Chief de Mission, bukan sebagai Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Republik Indonesia. Ia menjelaskan bahwa tugas Chief de Mission adalah memastikan seluruh kebutuhan nonteknis kontingen Indonesia dapat dipenuhi sehingga para atlet dapat memusatkan perhatian pada persiapan teknik, fisik, mental, dan strategi pertandingan.

Menurutnya, dukungan yang menyeluruh merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan peluang atlet untuk tampil maksimal ketika membawa nama Indonesia di arena internasional.

Selain memberikan motivasi kepada atlet, Todotua juga menyampaikan pentingnya membangun ekosistem olahraga nasional yang lebih kuat melalui sinergi antara pemerintah, organisasi olahraga, dan dunia usaha. Ia berpandangan bahwa pembinaan olahraga membutuhkan dukungan investasi yang berkelanjutan, baik dalam pembangunan fasilitas latihan, penyediaan peralatan, peningkatan kualitas pelatih, maupun pembinaan atlet usia muda.

Di sisi lain, Penjabat Ketua IKASI Jawa Timur, Atres HSP, menjelaskan bahwa Jawa Timur kembali menjadi salah satu daerah penyumbang atlet terbanyak bagi tim nasional anggar Indonesia yang akan berlaga pada Asian Games Aichi–Nagoya 2026. Dari tujuh atlet yang lolos memperkuat Indonesia, tiga atlet berasal dari Jawa Timur, tiga dari DKI Jakarta, dan satu dari Sumatera Selatan.

Meski mengakui persaingan di tingkat Asia masih sangat ketat dengan dominasi Jepang, China, Korea Selatan, dan Hong Kong, Atres optimistis kualitas atlet Indonesia akan terus meningkat melalui pembinaan yang berkelanjutan. Ia juga berharap pemerintah dapat mendukung pembangunan arena pertandingan anggar yang representatif di Jawa Timur guna memperkuat proses pembinaan dan meningkatkan kualitas latihan atlet.

Di tengah upaya tersebut, sosok Sandika Anugrah Pratama Sya’ban menjadi bagian dari mata rantai regenerasi yang sedang dibangun IKASI Jawa Timur. Sebagai pelajar Kelas X SMAN 15 Surabaya, ia menunjukkan bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk menanamkan disiplin, membangun karakter, dan mengembangkan kemampuan olahraga secara serius.

Kemampuannya menjaga keseimbangan antara pendidikan formal dan aktivitas latihan menjadi contoh positif bagi pelajar lain bahwa prestasi akademik dan prestasi olahraga dapat berkembang bersama apabila didukung oleh keluarga, sekolah, pelatih, serta lingkungan pembinaan yang kondusif.

Lebih dari sekadar mengejar prestasi, perjalanan Sandika mencerminkan nilai-nilai sportivitas, kerja keras, konsistensi, dan semangat pantang menyerah yang menjadi karakter utama seorang atlet. Nilai-nilai tersebut merupakan modal penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya berprestasi di arena olahraga, tetapi juga memiliki integritas dalam kehidupan sehari-hari.

Kunjungan Chief de Mission ke Pelatnas Anggar Jawa Timur menjadi momentum yang mempertegas komitmen seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat pembinaan olahraga nasional dari hulu hingga hilir. Di balik persiapan atlet-atlet yang akan berlaga di Asian Games Aichi–Nagoya 2026, pembinaan terhadap atlet muda seperti Sandika Anugrah Pratama Sya’ban menjadi investasi penting bagi masa depan anggar Indonesia. Dengan pembinaan yang konsisten, dukungan berbagai pihak, dan kerja keras yang terus dijaga, generasi muda seperti Sandika diharapkan dapat berkembang menjadi bagian dari kekuatan anggar Indonesia pada masa mendatang serta turut mengharumkan nama bangsa di berbagai kejuaraan internasional (Dd).

Tagged:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp