GRESIK, Selasa (4/8/2026) – PORTAL SATU ID Pergantian penugasan dalam lingkungan pemasyarakatan bukan hanya menjadi bagian dari dinamika birokrasi, tetapi juga merupakan strategi membangun organisasi yang semakin kuat, adaptif, dan berdaya saing. Semangat tersebut tercermin dalam prosesi pelepasan tiga aparatur Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, yang memperoleh amanah untuk melanjutkan pengabdian di satuan kerja baru.
Kegiatan yang dirangkaikan dengan apel pagi itu berlangsung khidmat, penuh rasa kekeluargaan, sekaligus menjadi momentum refleksi atas nilai-nilai pengabdian yang selama ini dibangun di lingkungan Rutan Gresik. Acara dipimpin oleh Kepala Sub Seksi Pengelolaan, Ryan Wilda Rachman Faraby, didampingi Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan, Anggi Fauzi, serta dihadiri seluruh jajaran petugas, Taruna Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin), dan mahasiswa Universitas Airlangga yang sedang menjalankan program magang.
Suasana haru menyelimuti jalannya prosesi ketika ketiga pegawai yang berpindah tugas menyampaikan pesan dan kesan selama menjadi bagian dari keluarga besar Rutan Gresik. Mereka mengenang berbagai pengalaman dalam menjalankan tugas, tantangan yang berhasil dilalui bersama, hingga semangat kebersamaan yang telah menjadi kekuatan dalam memberikan pelayanan pemasyarakatan kepada masyarakat.
Ungkapan terima kasih kepada pimpinan dan seluruh rekan kerja atas dukungan, bimbingan, serta suasana kerja yang harmonis disampaikan dengan penuh ketulusan. Di saat yang sama, mereka juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama menjalankan amanah, yang disambut doa dan tepuk tangan dari seluruh peserta apel.
Prosesi tersebut menjadi simbol bahwa perpindahan tugas tidak memutus tali persaudaraan maupun semangat kolaborasi yang telah terbangun. Sebaliknya, mutasi dipandang sebagai estafet pengabdian yang memperluas pengalaman, memperkaya kompetensi, serta memperkuat kapasitas aparatur dalam menghadapi tantangan pelayanan publik yang terus berkembang.
Dalam amanatnya, ditegaskan bahwa mutasi merupakan bagian dari sistem pembinaan sumber daya manusia yang bertujuan menciptakan aparatur yang memiliki kemampuan, integritas, dan profesionalisme tinggi. Setiap pegawai diharapkan mampu membawa pengalaman terbaik dari Rutan Gresik untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan di tempat penugasan yang baru, sekaligus menjaga nama baik institusi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Kepala Sub Seksi Pengelolaan, Ryan Wilda Rachman Faraby, menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada ketiga pegawai atas dedikasi, loyalitas, dan kontribusi yang telah diberikan selama menjadi bagian dari perjalanan Rutan Gresik.
«”Perpindahan tugas bukanlah akhir dari sebuah pengabdian, melainkan awal dari amanah dan tanggung jawab yang baru. Kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi, kerja keras, serta pengabdian yang telah diberikan selama bertugas di Rutan Gresik. Semoga pengalaman yang diperoleh di sini menjadi bekal berharga untuk terus memberikan pelayanan terbaik di tempat yang baru. Tetaplah menjaga integritas, profesionalisme, serta membawa nama baik Rutan Gresik di mana pun saudara mengabdi,” tegas Ryan.»
Sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian mereka, Rutan Gresik menyerahkan cinderamata kepada ketiga pegawai yang berpindah tugas. Penyerahan tersebut menjadi simbol penghargaan atas kontribusi yang telah diberikan sekaligus pengingat bahwa ikatan kekeluargaan akan tetap terjalin meski bertugas di lingkungan yang berbeda.
Kegiatan kemudian ditutup dengan pemberian ucapan selamat, jabat tangan, serta sesi foto bersama yang memperlihatkan eratnya solidaritas di antara seluruh jajaran. Momen tersebut sekaligus menegaskan bahwa budaya organisasi di Rutan Gresik tidak hanya dibangun melalui disiplin dan profesionalisme, tetapi juga melalui nilai-nilai persaudaraan, saling menghormati, dan semangat kebersamaan.
Melalui prosesi pelepasan ini, Rutan Kelas IIB Gresik kembali memperlihatkan komitmennya dalam membangun organisasi yang terus bertumbuh melalui regenerasi aparatur yang berkualitas. Penguatan sumber daya manusia yang berintegritas, adaptif, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan publik diyakini menjadi fondasi utama dalam mendukung transformasi pemasyarakatan menuju sistem yang semakin modern, humanis, akuntabel, profesional, serta semakin dipercaya oleh masyarakat (Dd).






