Home / PEMERINTAHAN / Hari Anak Nasional 2026 Jadi Tonggak Penguatan Pembinaan: Kusnali Tegaskan Setiap Anak Binaan Berhak Mendapat Kesempatan Kedua untuk Menjadi Generasi Berkarakter dan Masa Depan Indonesia

Hari Anak Nasional 2026 Jadi Tonggak Penguatan Pembinaan: Kusnali Tegaskan Setiap Anak Binaan Berhak Mendapat Kesempatan Kedua untuk Menjadi Generasi Berkarakter dan Masa Depan Indonesia

BLITAR –PORTAL SATU ID Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) untuk mempertegas komitmen dalam menghadirkan sistem pembinaan yang berorientasi pada kepentingan terbaik anak. Melalui kegiatan nasional bertajuk “Temu Kasih dan Dialog Harapan Anak Binaan”, pemerintah kembali menegaskan bahwa setiap anak binaan memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan, perlindungan, pembinaan karakter, serta kesempatan membangun masa depan yang lebih baik.

Kegiatan yang dipusatkan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Tangerang pada Selasa (21/7/2026) tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia bersama Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia. Secara bersamaan, seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan yang membina anak di berbagai wilayah Indonesia mengikuti kegiatan melalui sambungan virtual sebagai bentuk sinergi nasional dalam memperkuat kualitas pembinaan anak binaan.

Di Jawa Timur, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, Kusnali, mengikuti jalannya kegiatan secara daring dari LPKA Kelas I Blitar bersama jajaran petugas serta anak-anak binaan. Kehadirannya menjadi simbol kuat dukungan Kanwil Ditjenpas Jawa Timur terhadap pembangunan sistem pemasyarakatan yang semakin humanis, edukatif, inklusif, dan berorientasi pada masa depan generasi muda.

Mengusung semangat “Menguatkan Harapan, Menata Masa Depan”, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi seremoni peringatan Hari Anak Nasional, tetapi juga menghadirkan ruang dialog yang memberi kesempatan kepada anak binaan untuk menyampaikan harapan, cita-cita, motivasi, serta impian mereka setelah menyelesaikan masa pembinaan.

Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap anak, tanpa memandang latar belakang kehidupannya, tetap memiliki hak untuk mendapatkan kesempatan memperbaiki diri melalui pendidikan, pembinaan, pendampingan, dan lingkungan yang mampu mendorong tumbuh kembangnya secara optimal.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, dilakukan pula penyerahan bantuan dari Muhammadiyah–’Aisyiyah sebagai bentuk kepedulian terhadap pemenuhan hak-hak anak binaan. Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan semangat belajar, memperkuat motivasi, serta memberikan dukungan moral agar mereka tetap optimistis dalam menyongsong masa depan yang lebih cerah.

Dalam kesempatan tersebut, Kusnali menegaskan bahwa pembinaan terhadap anak binaan harus dilaksanakan dengan pendekatan yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, pendidikan, perlindungan, pembentukan karakter, penguatan mental, serta pengembangan potensi diri.

> “Momentum Hari Anak Nasional ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menghadirkan pembinaan yang ramah anak, sehingga mereka memiliki bekal untuk kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” tegas Kusnali.

 

Menurutnya, setiap anak yang menjalani pembinaan tetap memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak, perlindungan hukum, pembinaan karakter, layanan yang manusiawi, serta kesempatan memperbaiki masa depan. Oleh karena itu, sistem pemasyarakatan modern harus mampu menghadirkan lingkungan yang aman, nyaman, edukatif, dan mendukung proses tumbuh kembang anak secara menyeluruh.

Kusnali menjelaskan bahwa proses pembinaan tidak semata-mata berorientasi pada penyelesaian masa pidana, tetapi juga diarahkan untuk membangun kembali rasa percaya diri, menanamkan nilai-nilai disiplin, kejujuran, tanggung jawab, kepedulian sosial, serta membekali anak binaan dengan pendidikan dan keterampilan sebagai modal penting ketika kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Ia menambahkan, keberhasilan pembinaan anak binaan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi antara pemerintah, keluarga, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, serta seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem pembinaan yang berkelanjutan dan mampu memberikan kesempatan kedua bagi anak-anak untuk bangkit.

Menurut Kusnali, pendidikan karakter yang kuat, dukungan keluarga, pembinaan yang konsisten, serta kesempatan untuk terus belajar akan membentuk anak binaan menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.

Peringatan Hari Anak Nasional 2026 juga menjadi refleksi bahwa setiap anak merupakan aset strategis bangsa yang harus dijaga, dibimbing, dilindungi, dan diberikan ruang untuk memperbaiki kehidupannya. Pendekatan pembinaan yang mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak menjadi fondasi penting dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang profesional, modern, adaptif, inklusif, dan berkeadilan.

Melalui pelaksanaan kegiatan secara serentak di seluruh Indonesia, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat sistem pembinaan yang menjunjung tinggi perlindungan hak anak, penghormatan terhadap martabat manusia, serta pengembangan seluruh potensi anak binaan agar mampu bangkit, mandiri, produktif, dan siap menghadapi masa depan.

Bagi Kanwil Ditjenpas Jawa Timur, Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas layanan pembinaan di seluruh LPKA melalui penguatan pendidikan formal maupun nonformal, pembinaan mental dan spiritual, pelatihan keterampilan, pembentukan karakter, penguatan nilai-nilai kebangsaan, hingga program reintegrasi sosial yang berkelanjutan.

Dengan semangat “Menguatkan Harapan, Menata Masa Depan”, Kanwil Ditjenpas Jawa Timur optimistis setiap anak binaan mampu menjadikan masa pembinaan sebagai titik balik menuju kehidupan yang lebih baik. Melalui pembinaan yang berkualitas, pendidikan yang berkesinambungan, serta dukungan seluruh elemen bangsa, mereka diharapkan kembali ke tengah masyarakat sebagai generasi yang berkarakter, berintegritas, mandiri, produktif, dan siap memberikan kontribusi positif bagi keluarga, masyarakat, bangsa, serta masa depan Indonesia (Dd).

Tagged:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp