Home / PEMERINTAHAN / Saat Negara Mengetuk Pintu Warga: Bedah Rumah UPT Pemasyarakatan Surabaya Hadirkan Asa Baru di Tengah Keterbatasan

Saat Negara Mengetuk Pintu Warga: Bedah Rumah UPT Pemasyarakatan Surabaya Hadirkan Asa Baru di Tengah Keterbatasan

SIDOARJO, 8 Juni 2026PORTAL SATU ID Sebuah rumah sederhana di Desa Kluweh, Kebonagung, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, menjadi saksi lahirnya harapan baru bagi sebuah keluarga yang selama bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan. Melalui program bedah rumah yang digagas secara bersama oleh Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Surabaya, Rumah Tahanan Negara Kelas I Surabaya, dan Rutan Perempuan Kelas IIA Surabaya, jajaran Pemasyarakatan kembali menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui tugas institusional, tetapi juga melalui aksi nyata yang menyentuh kehidupan warga secara langsung.

Program sosial tersebut resmi diresmikan dalam suasana penuh kehangatan, kebersamaan, dan rasa syukur. Kehadiran berbagai unsur pemerintahan, tokoh masyarakat, dan jajaran Pemasyarakatan menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan besar dalam menghadirkan perubahan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Pemasyarakatan untuk memperluas makna pengabdian kepada masyarakat. Tidak hanya berfokus pada pembinaan warga binaan di dalam lembaga, Pemasyarakatan juga berupaya hadir di tengah masyarakat sebagai institusi yang peduli terhadap persoalan sosial dan kemanusiaan.

Rumah yang menjadi sasaran program sebelumnya berada dalam kondisi kurang layak huni. Berbagai keterbatasan pada struktur bangunan membuat penghuninya harus menjalani kehidupan sehari-hari dengan berbagai tantangan. Namun melalui sinergi lintas Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan Surabaya, hunian tersebut kini berubah menjadi rumah yang lebih aman, sehat, nyaman, dan layak ditempati.

Peresmian program dihadiri oleh Kepala Lapas Kelas I Surabaya, Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Kepala Rutan Perempuan Kelas IIA Surabaya, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) Porong, Pemerintah Desa Kebonagung, tokoh masyarakat, serta pegawai Pemasyarakatan yang turut mendukung terlaksananya kegiatan sosial tersebut.

Dalam sambutannya, Kepala Lapas Kelas I Surabaya menyampaikan bahwa program bedah rumah merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai kemanusiaan yang terus dikedepankan oleh Pemasyarakatan. Menurutnya, kehadiran institusi negara harus mampu dirasakan manfaatnya secara nyata oleh masyarakat, terutama mereka yang berada dalam kondisi rentan dan membutuhkan perhatian.

Ia menegaskan bahwa kepedulian sosial merupakan tanggung jawab bersama yang harus terus dirawat melalui kolaborasi dan aksi nyata. Oleh karena itu, program bedah rumah menjadi salah satu bentuk kontribusi Pemasyarakatan dalam membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkuat hubungan harmonis antara institusi negara dan warga.

Puncak kegiatan ditandai dengan prosesi pemotongan pita dan penyerahan simbolis rumah kepada penerima manfaat, yakni Ibu Satuni dan Bapak Subandi. Momen tersebut berlangsung penuh haru. Tidak sedikit tamu yang turut merasakan kebahagiaan saat melihat perubahan signifikan yang terjadi pada rumah yang kini menjadi tempat tinggal keluarga tersebut.

Bagi Ibu Satuni dan Bapak Subandi, bantuan yang diberikan memiliki arti yang jauh lebih besar daripada sekadar renovasi bangunan. Rumah yang kini berdiri lebih kokoh telah menghadirkan rasa aman dan kenyamanan yang selama ini menjadi harapan mereka. Perubahan tersebut juga membawa optimisme baru untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik bersama keluarga.

Ungkapan syukur dan terima kasih disampaikan kepada seluruh pihak yang telah membantu mewujudkan program tersebut. Mereka berharap semangat kepedulian yang ditunjukkan jajaran Pemasyarakatan dapat menginspirasi berbagai elemen masyarakat untuk terus berbagi dan membantu sesama yang membutuhkan.

Program bedah rumah ini menjadi gambaran nyata transformasi Pemasyarakatan yang semakin humanis, inklusif, dan dekat dengan masyarakat. Di tengah berbagai tugas dan tanggung jawab yang diemban, Pemasyarakatan terus membuktikan bahwa nilai kemanusiaan tetap menjadi landasan utama dalam setiap langkah pengabdian.

Lebih dari sekadar membangun kembali sebuah rumah, program ini membangun kepercayaan, menumbuhkan harapan, dan menghadirkan rasa bahwa masyarakat tidak pernah berjalan sendiri menghadapi kesulitan hidup. Kehadiran negara melalui aksi sosial seperti ini menjadi bukti bahwa kepedulian dapat diwujudkan dalam bentuk yang nyata dan dirasakan langsung manfaatnya.

Melalui program bedah rumah di Desa Kluweh, UPT Pemasyarakatan Surabaya kembali menegaskan bahwa tugas pengabdian tidak memiliki batas tembok dan pagar institusi. Pengabdian sejati hadir ketika manfaat dapat dirasakan oleh masyarakat luas, terutama mereka yang membutuhkan uluran tangan.

Kini, rumah yang berdiri kokoh itu bukan hanya bangunan fisik semata. Ia telah menjadi simbol harapan, bukti solidaritas, dan cerminan bahwa ketika kepedulian bertemu dengan tindakan nyata, maka perubahan besar dapat lahir dari langkah sederhana. Dari Desa Kluweh, pesan kemanusiaan itu kembali bergema: bahwa membantu sesama adalah investasi terbaik untuk membangun masyarakat yang lebih kuat, lebih peduli, dan lebih berkeadilan (Dd).

Tagged:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp