Home / PEMERINTAHAN / APIK Jadi Kompas Baru Pemasyarakatan Jatim! Ditjenpas Perkuat Reformasi Birokrasi, Evaluasi Kinerja Menyeluruh, dan Teguhkan Pelayanan Publik Berkelas

APIK Jadi Kompas Baru Pemasyarakatan Jatim! Ditjenpas Perkuat Reformasi Birokrasi, Evaluasi Kinerja Menyeluruh, dan Teguhkan Pelayanan Publik Berkelas

SIDOARJO, Selasa (4/8/2026) –PORTAL SATU ID Reformasi birokrasi di lingkungan pemasyarakatan Jawa Timur memasuki babak baru. Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Timur menegaskan komitmennya membangun institusi yang semakin profesional, transparan, adaptif, dan dipercaya masyarakat melalui pelaksanaan Analisis dan Evaluasi (Anev) Capaian Kinerja Pemasyarakatan Semester I Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan peluncuran tagline dan budaya kerja APIK (Agamis, Profesional, Integritas, Kolaboratif), peresmian Aula Kanwil Ditjenpas Jawa Timur, serta penguatan pelayanan publik bersama Ombudsman RI.

Kegiatan strategis yang digelar pada Senin (3/8/2026) tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Timur, Kusnali, dan dihadiri Plt. Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Jawa Timur, Triyoga Muhtar, para Pejabat Administrator Kanwil Ditjenpas Jawa Timur, serta seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Jawa Timur.

Forum ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi capaian kinerja selama enam bulan pertama tahun 2026 sekaligus menyusun strategi percepatan pelaksanaan program pada semester berikutnya agar kualitas pelayanan pemasyarakatan semakin optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Mengawali kegiatan, Kusnali secara resmi meluncurkan tagline dan jargon Pemasyarakatan Jawa Timur APIK (Agamis, Profesional, Integritas, Kolaboratif) sebagai identitas sekaligus budaya kerja baru yang akan menjadi pedoman seluruh jajaran pemasyarakatan di Jawa Timur.

Menurutnya, APIK bukan sekadar slogan seremonial, melainkan nilai dasar yang harus tercermin dalam setiap kebijakan, pelayanan, hingga perilaku aparatur pemasyarakatan. Budaya kerja tersebut diharapkan mampu memperkuat integritas organisasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, Kusnali juga meresmikan Aula Kanwil Ditjenpas Jawa Timur sebagai sarana peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Fasilitas tersebut diproyeksikan menjadi pusat pelatihan, pengembangan kompetensi, koordinasi lintas satuan kerja, forum evaluasi, hingga penguatan inovasi pelayanan yang mendukung terwujudnya sistem pemasyarakatan modern, efektif, dan responsif terhadap dinamika kebutuhan masyarakat.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan capaian kinerja Semester I Tahun 2026 oleh perwakilan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), Rumah Tahanan Negara (Rutan), dan Balai Pemasyarakatan (Bapas). Setiap satuan kerja mempresentasikan berbagai inovasi pelayanan, keberhasilan program pembinaan warga binaan, peningkatan keamanan dan ketertiban, optimalisasi pelayanan publik, pengelolaan anggaran, hingga strategi pengembangan organisasi yang telah dilaksanakan selama enam bulan pertama tahun berjalan.

Seluruh paparan tersebut menjadi bahan utama dalam pelaksanaan Analisis dan Evaluasi Capaian Kinerja Semester I Tahun 2026 yang dipimpin langsung oleh Kusnali. Evaluasi dilakukan secara komprehensif terhadap berbagai indikator strategis, mulai dari aspek keamanan, pembinaan warga binaan, kualitas pelayanan publik, pengelolaan anggaran, optimalisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tata kelola organisasi, hingga efektivitas pelaksanaan program kerja sebagai dasar penyusunan kebijakan dan langkah perbaikan pada Semester II Tahun 2026.

Melalui evaluasi menyeluruh tersebut, seluruh Unit Pelaksana Teknis didorong untuk terus memperkuat inovasi, meningkatkan efektivitas pelaksanaan program, mempercepat pencapaian target kinerja, serta membangun budaya kerja yang adaptif terhadap perkembangan kebutuhan pelayanan publik.

Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan capaian kinerja, Kanwil Ditjenpas Jawa Timur memberikan penghargaan kepada tiga UPT terbaik pada sepuluh kategori penilaian. Penghargaan tersebut mencakup bidang ketahanan pangan, keamanan dan ketertiban, pengelolaan anggaran, optimalisasi PNBP, pembinaan warga binaan, kehumasan, serta sejumlah indikator strategis lainnya yang menjadi tolok ukur keberhasilan penyelenggaraan tugas pemasyarakatan.

Pemberian penghargaan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan budaya kompetisi yang sehat, meningkatkan motivasi seluruh satuan kerja, sekaligus mendorong lahirnya berbagai inovasi pelayanan yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat.

Dalam arahannya, Kusnali menegaskan bahwa kegiatan analisis dan evaluasi tidak boleh berhenti sebagai rutinitas administratif, melainkan harus menjadi budaya organisasi yang dilakukan secara berkesinambungan untuk memastikan seluruh program berjalan efektif, efisien, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

«”Analisis dan evaluasi bukan sekadar mengukur capaian organisasi, tetapi memastikan setiap program memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui semangat APIK, seluruh jajaran harus bekerja secara agamis, profesional, berintegritas, dan kolaboratif agar pelayanan pemasyarakatan semakin berkualitas dan dipercaya masyarakat,” tegas Kusnali.»

Sementara itu, kehadiran Ombudsman RI dalam forum tersebut semakin memperkuat komitmen Kanwil Ditjenpas Jawa Timur dalam membangun pelayanan publik yang berorientasi pada kepentingan masyarakat. Penguatan fungsi pengawasan eksternal diharapkan mampu memastikan seluruh layanan pemasyarakatan berjalan sesuai prinsip transparansi, akuntabilitas, kepastian hukum, profesionalisme, serta bebas dari praktik maladministrasi.

Melalui pelaksanaan Analisis dan Evaluasi Semester I Tahun 2026, peluncuran budaya kerja APIK, peresmian Aula Kanwil Ditjenpas Jawa Timur, serta pemberian penghargaan kepada UPT berprestasi, Kanwil Ditjenpas Jawa Timur kembali menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat reformasi birokrasi, membangun tata kelola organisasi yang modern dan akuntabel, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas inovasi pelayanan publik, serta menghadirkan sistem pemasyarakatan yang profesional, berintegritas, kolaboratif, adaptif, dan semakin dipercaya masyarakat sebagai bagian dari transformasi pelayanan publik yang berkelanjutan (Dd).

Tagged:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp