MALANG – PORTAL SATU ID Komitmen menghadirkan pelayanan pemasyarakatan yang prima tidak mengenal hari libur. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, Kusnali, bersama Kepala Lapas Kelas I Malang mendampingi Sekretaris Inspektorat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Ika Yusanti, melakukan pemantauan langsung di Lapas Kelas I Malang, Minggu (30/8/2026).
Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh layanan pemasyarakatan tetap berjalan secara optimal, mulai dari keamanan dan ketertiban, pelayanan dasar, layanan kesehatan, pemenuhan kebutuhan makanan, hingga pelaksanaan program pembinaan bagi warga binaan.
Kegiatan ini menjadi penegasan bahwa pelayanan kepada warga binaan harus terus berjalan dengan baik setiap saat. Hari libur tidak boleh menjadi alasan bagi menurunnya kualitas pelayanan, terlebih dalam pemenuhan hak-hak dasar warga binaan yang menjadi bagian penting dari sistem pemasyarakatan.
Dalam peninjauan tersebut, sejumlah layanan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga binaan menjadi perhatian. Rombongan meninjau klinik Lapas Kelas I Malang untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap tersedia dan berjalan sesuai kebutuhan.
Selain itu, kamar khusus bagi kelompok rentan dan penyandang disabilitas juga turut diperiksa. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan warga binaan yang membutuhkan perhatian khusus mendapatkan pelayanan yang sesuai, layak dan berorientasi pada kebutuhan mereka.
Aspek keamanan dan ketertiban tidak luput dari pemantauan. Kesiapsiagaan petugas diperiksa secara langsung guna memastikan kondisi Lapas Kelas I Malang tetap aman, tertib dan kondusif. Pengawasan yang berkelanjutan menjadi bagian penting dalam mencegah berbagai potensi gangguan sekaligus menjaga stabilitas lingkungan pemasyarakatan.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, Kusnali, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen jajaran untuk menjaga kualitas pelayanan kepada warga binaan.
“Pemantauan ini menjadi komitmen kami untuk memastikan pelayanan kepada warga binaan tetap berjalan baik setiap saat. Keamanan, kesehatan, makanan yang layak, dan pelayanan bagi kelompok rentan harus menjadi perhatian,” ujar Kusnali.
Pemantauan kemudian berlanjut ke sektor pemenuhan kebutuhan makanan. Rombongan meninjau dapur Lapas Kelas I Malang yang saat ini tengah menjalani proses renovasi.
Dalam peninjauan tersebut, perhatian diberikan terhadap berbagai tahapan penyediaan makanan, mulai dari bahan makanan yang digunakan, kesesuaian dengan standar, proses pengolahan hingga matang, sampai pada penyajian makanan secara layak bagi warga binaan.
Pemenuhan kebutuhan makanan yang baik menjadi bagian penting dalam menjamin terpenuhinya hak dasar warga binaan. Karena itu, meskipun dapur sedang menjalani renovasi, kualitas dan kelayakan makanan tetap menjadi perhatian dalam proses pengawasan.
Tidak hanya layanan dasar, rombongan juga melihat langsung pelaksanaan berbagai program pembinaan kemandirian. Bengkel kerja, budidaya jamur dan anggrek, tanaman hias, galeri lukisan hingga unit garmen menjadi bagian dari sarana pembinaan yang ditinjau.
Program-program tersebut menjadi ruang bagi warga binaan untuk mengembangkan keterampilan dan produktivitas. Pembinaan yang dijalankan diharapkan dapat memberikan bekal yang bermanfaat sehingga warga binaan memiliki kesiapan yang lebih baik untuk kembali ke tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Sekretaris Inspektorat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Ika Yusanti, menegaskan bahwa pemantauan tidak hanya dilakukan untuk memastikan pelayanan berjalan, melainkan juga untuk mengukur dan terus meningkatkan kualitasnya.
Menurutnya, setiap hasil pemantauan harus menghasilkan langkah perbaikan yang nyata. Berbagai catatan yang diperoleh di lapangan perlu ditindaklanjuti agar pelayanan pemasyarakatan semakin aman, layak dan memberikan manfaat.
“Yang kami pastikan bukan hanya pelayanan berjalan, tetapi juga kualitasnya. Setiap hasil pemantauan harus menjadi bahan perbaikan agar layanan semakin aman, layak, dan bermanfaat,” ungkap Ika Yusanti.
Kegiatan pemantauan kemudian ditutup dengan rapat evaluasi yang dipimpin langsung oleh Ika Yusanti dan diikuti Kusnali, Kepala Lapas Kelas I Malang, serta jajaran pejabat struktural.
Rapat evaluasi tersebut menjadi forum untuk membahas hasil pemantauan secara menyeluruh sekaligus memastikan setiap catatan dapat segera ditindaklanjuti. Dengan demikian, pemantauan tidak berhenti pada kegiatan peninjauan, tetapi menjadi bagian dari proses perbaikan pelayanan secara berkelanjutan.
Melalui pemantauan langsung ini, Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan dan ketertiban, memastikan kebutuhan dasar warga binaan terpenuhi, memberikan perlindungan terhadap kelompok rentan, serta menghadirkan program pembinaan yang berkualitas.
Pelayanan prima menjadi prioritas bersama yang harus diwujudkan melalui kerja nyata, pengawasan yang konsisten dan evaluasi berkelanjutan. Seluruh upaya tersebut diarahkan untuk menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, humanis dan produktif, sekaligus memberikan bekal kepada warga binaan agar mampu kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat (Dd).






