Home / Uncategorized / Dari Dapur hingga Bengkel Songkok, Tenaga Ahli Menteri Imipas Tinjau Langsung Pelayanan Rutan Gresik

Dari Dapur hingga Bengkel Songkok, Tenaga Ahli Menteri Imipas Tinjau Langsung Pelayanan Rutan Gresik

GRESIK — PORTAL SATU ID Mutu pelayanan dan keberhasilan pembinaan warga binaan menjadi perhatian dalam kunjungan kerja Tenaga Ahli Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Laksda TNI (Purn) Paulus Rahmad Wahyudi, di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, Kamis (22/10/2026).

Kunjungan ini menjadi momentum untuk melihat langsung kondisi fasilitas, pelaksanaan pelayanan sehari-hari, pemenuhan kebutuhan dasar, serta program pembinaan kemandirian yang disiapkan untuk membantu warga binaan membangun kehidupan lebih baik setelah bebas.

Kedatangan Paulus Rahmad Wahyudi disambut Kepala Rutan Gresik, Dhimas Isdwiyono, bersama jajaran pejabat struktural dan petugas. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, rombongan meninjau sejumlah area strategis, mulai dari dapur, bengkel kerja atau bimbingan kerja (Bimker), hingga blok hunian warga binaan.

Peninjauan dilakukan untuk memperoleh gambaran langsung mengenai penyelenggaraan pelayanan dan pembinaan di lingkungan rutan. Tata kelola yang transparan, lingkungan yang aman dan tertib, serta pelaksanaan pelayanan sesuai ketentuan menjadi aspek penting dalam mendukung fungsi pemasyarakatan secara optimal.

Saat berada di blok hunian, Paulus Rahmad Wahyudi berdialog langsung dengan warga binaan. Ia mendengarkan pengalaman, kondisi, serta tanggapan mereka selama menjalani masa pembinaan di Rutan Gresik.

Dialog tersebut menjadi kesempatan untuk memahami pelaksanaan pelayanan dari sudut pandang warga binaan. Selain melihat kondisi lingkungan hunian, komunikasi langsung juga memberikan ruang untuk mengetahui bagaimana pelayanan yang diberikan mendukung kebutuhan dan proses pembinaan mereka.

Rombongan turut meninjau dapur rutan untuk melihat penyelenggaraan pemenuhan kebutuhan dasar warga binaan. Peninjauan ini menjadi bagian dari perhatian terhadap kelayakan fasilitas dan pelayanan sehari-hari yang perlu dijaga secara berkelanjutan.

Kepala Rutan Gresik, Dhimas Isdwiyono, menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan harus berjalan seiring dengan pembinaan yang memberikan manfaat nyata. Menurutnya, lingkungan yang tertib dan pelayanan yang layak menjadi unsur penting untuk mendukung warga binaan menjalani proses pembinaan secara baik.

“Kami ingin memastikan bahwa pelayanan di Rutan Gresik tidak hanya berjalan sesuai standar, tetapi juga memberikan manfaat dan perhatian yang layak bagi warga binaan. Kami terus berupaya menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan mendukung mereka untuk menjalani proses pembinaan dengan baik,” ungkap Dhimas.

Pembinaan Pembuatan Songkok Bekali Warga Binaan dengan Keterampilan

Selain memeriksa fasilitas pelayanan, Paulus Rahmad Wahyudi meninjau bengkel kerja yang menjadi tempat pelaksanaan program pembinaan kemandirian. Salah satu kegiatan yang mendapat perhatian adalah pembuatan songkok oleh warga binaan.

Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mengasah keterampilan, mengembangkan kreativitas, dan menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi. Melalui aktivitas produktif, warga binaan diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga membangun kedisiplinan dan kepercayaan diri.

Pembinaan keterampilan memiliki peran penting dalam mempersiapkan warga binaan menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan masa pidana. Kemampuan yang diperoleh selama berada di rutan diharapkan dapat menjadi bekal untuk mencari pekerjaan, mengembangkan usaha, maupun menjalani kehidupan yang lebih mandiri ketika kembali ke masyarakat.

Dhimas Isdwiyono menyampaikan bahwa program pembinaan kemandirian terus diarahkan agar memberikan manfaat yang dapat diterapkan di luar lingkungan rutan. Dengan keterampilan yang dimiliki, warga binaan diharapkan mempunyai peluang lebih besar untuk menata kembali kehidupannya secara positif.

“Melalui pembuatan songkok dan berbagai kegiatan produktif lainnya, kami berharap warga binaan memiliki bekal keterampilan, tumbuh rasa percaya diri, dan mampu membangun kehidupan yang lebih mandiri ketika kembali ke tengah masyarakat,” tutur Dhimas.

Program pembuatan songkok tersebut menjadi salah satu bentuk pembinaan yang menghubungkan kegiatan di dalam rutan dengan kebutuhan warga binaan setelah bebas. Melalui kegiatan kerja produktif dan pembinaan yang berkesinambungan, potensi warga binaan diharapkan dapat berkembang sehingga mereka memiliki bekal untuk beradaptasi dan berkontribusi di tengah masyarakat.

Rutan Gresik Perkuat Komitmen terhadap Pelayanan dan Pembinaan

Kunjungan kerja Tenaga Ahli Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan ini menjadi dorongan bagi jajaran Rutan Gresik untuk terus melakukan evaluasi, meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga transparansi tata kelola, serta mengembangkan program pembinaan yang berkelanjutan.

Peninjauan dapur, blok hunian, dan bengkel kerja memperlihatkan pentingnya pendekatan menyeluruh dalam penyelenggaraan pemasyarakatan. Pelayanan kebutuhan dasar, kondisi lingkungan, serta pembinaan keterampilan perlu berjalan beriringan agar tujuan pembinaan dapat dicapai secara optimal.

Rutan tidak hanya menjalankan fungsi sebagai tempat warga binaan menjalani masa pidana, tetapi juga memiliki peran dalam mempersiapkan mereka untuk kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat. Karena itu, pelayanan yang layak dan program pembinaan yang produktif menjadi bagian penting dari upaya membangun kesiapan mereka menghadapi kehidupan setelah bebas.

Melalui kunjungan tersebut, Rutan Kelas IIB Gresik menegaskan komitmennya untuk terus berbenah dan berinovasi. Harapannya, penguatan pelayanan dan pembinaan mampu menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan produktif sekaligus membuka ruang bagi warga binaan untuk belajar, berkarya, memperbaiki diri, serta menumbuhkan harapan baru bagi masa depan yang lebih mandiri (Dd).

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp