
Portalsatu – Sabtu 27 Juni 2026
Mojokerto – Desa Wonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto bersiap menggelar sebuah acara budaya yang diproyeksikan menjadi salah satu kegiatan masyarakat terbesar di wilayah tersebut. Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai ini akan menghadirkan 36 sound horeg dari berbagai daerah di Jawa Timur sebagai bagian dari hiburan masyarakat.

Penyelenggaraan kegiatan merupakan hasil kolaborasi pemerintah desa, panitia, dan masyarakat yang selama ini menghimpun dana secara mandiri melalui partisipasi warga sejak Agustus 2025.
Tokoh masyarakat Desa Wonorejo, H. Sampurna, menegaskan bahwa kegiatan tersebut sepenuhnya merupakan hasil kebersamaan warga.
“Ini murni dari dana swadaya masyarakat Desa Wonorejo, tidak ada bantuan dana dari luar,” jelasnya.
Kepala Desa Wonorejo, Hj. Supriati, SH, yang kembali dipercaya masyarakat memimpin desa untuk periode kedua, mengatakan bahwa keberhasilan persiapan acara tidak lepas dari kekompakan seluruh perangkat desa dan masyarakat.
“Alhamdulillah kami diberi amanah kembali oleh masyarakat. Semoga acara budaya ini berjalan sukses, aman, lancar, dan membawa manfaat bagi seluruh warga,” tuturnya.
Ia menjelaskan bahwa peserta sound horeg berasal dari Mojokerto, Jombang, Jember, Bondowoso, Tulungagung, Gresik, Malang, hingga Blitar. Kehadiran peserta dari berbagai daerah diharapkan mampu memberikan hiburan sekaligus mempererat silaturahmi antar warga.
Pemerintah desa juga menekankan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada hiburan, tetapi juga menjadi simbol kekompakan masyarakat Desa Wonorejo yang terdiri atas tiga dusun, yakni Sukoanyar, Wonorejo, dan Pandansili dengan total 35 RT.
Untuk mengantisipasi kepadatan pengunjung, panitia telah menyiapkan sistem pengamanan bersama aparat kepolisian, TNI, CPM, Dinas Perhubungan, dan unsur lainnya.
Babinsa Desa Wonorejo dari Koramil Trowulan, Habib K, menyatakan kesiapan seluruh personel dalam membantu pengamanan.
“Kami berharap seluruh masyarakat tetap menjaga ketertiban sehingga acara budaya ini berlangsung aman dan kondusif,” ujarnya.
Di sisi lain, warga bersama Karang Taruna juga menyiapkan area parkir dan rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan. Menurut soni, salah satu warga yang ikut bertugas, area sekitar lokasi telah disterilkan dengan radius sekitar 50 meter untuk mendukung kelancaran acara.
“Kami sudah bekerja sejak malam menyiapkan lokasi parkir. Retribusi parkir sekitar Rp10.000 hingga Rp20.000 akan dimanfaatkan untuk kas pemuda dan kegiatan Karang Taruna,” katanya.
Salah satu warga Novi merasa sangat senang dengan acara budaya, baru kali ini bisa semeriah ini dan berhasil menyukseskan dengan swadaya masyarakat sendiri,”tuturnya.
Melalui penyelenggaraan acara budaya tersebut, masyarakat berharap Desa Wonorejo dapat terus menjaga semangat gotong royong, memperkuat identitas budaya lokal, serta ikut mengangkat nama Kecamatan Trowulan sebagai kawasan bersejarah yang menjadi warisan penting peninggalan Kerajaan Majapahit. Selain menjadi hiburan rakyat, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kunjungan masyarakat dan memberikan dampak positif bagi perekonomian warga setempat.
Jurnalis Johanes




