Home / POLRI / “Api Perlawanan Tak Akan Padam!” Heru Satriyo Tegaskan MAKI Jatim Siap Menjadi Garda Terdepan Mengawal Hukum dan Menjaga Indonesia dari Bahaya Korupsi

“Api Perlawanan Tak Akan Padam!” Heru Satriyo Tegaskan MAKI Jatim Siap Menjadi Garda Terdepan Mengawal Hukum dan Menjaga Indonesia dari Bahaya Korupsi

SIDOARJO –PORTAL SATU ID Komitmen memperjuangkan pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas kembali ditegaskan Ketua Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Provinsi Jawa Timur, Heru Satriyo, S.I.P. Menurutnya, perang melawan korupsi tidak boleh berhenti sebagai slogan yang hanya terdengar saat momentum tertentu, melainkan harus menjadi gerakan moral yang terus hidup dalam setiap sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Mengusung semangat “Tak Akan Lelah Mengejar Matahari”, Heru menegaskan bahwa perjuangan menegakkan keadilan merupakan perjalanan panjang yang membutuhkan keberanian, konsistensi, dan integritas. Filosofi tersebut menjadi simbol bahwa cahaya keadilan harus terus diperjuangkan hingga benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia.

Menurut Heru, korupsi merupakan salah satu ancaman terbesar terhadap kemajuan bangsa karena dampaknya tidak hanya menggerus keuangan negara, tetapi juga melemahkan kualitas pelayanan publik, menghambat pembangunan, memperlebar kesenjangan sosial, serta merusak kepercayaan masyarakat terhadap lembaga negara.

“Ketika korupsi dibiarkan tumbuh, yang paling dirugikan adalah masyarakat. Hak rakyat atas pembangunan, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan akan terus tergerus. Karena itu, perang melawan korupsi harus menjadi komitmen bersama seluruh elemen bangsa,” ujarnya.

Heru menilai bahwa penegakan hukum yang profesional, independen, objektif, dan bebas dari intervensi merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik. Ia menegaskan bahwa supremasi hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu dengan tetap menjunjung tinggi asas persamaan di hadapan hukum serta menghormati prinsip praduga tak bersalah dalam setiap proses penanganan perkara.

Sebagai organisasi masyarakat yang bergerak di bidang pengawasan publik, MAKI Jawa Timur, lanjut Heru, akan terus menjalankan fungsi kontrol sosial secara konstitusional. Organisasi tersebut berkomitmen mengawal kebijakan publik, mendorong transparansi penyelenggaraan pemerintahan, serta menyampaikan aspirasi masyarakat secara bertanggung jawab demi memperkuat tata kelola pemerintahan yang akuntabel.

Heru menegaskan bahwa perjuangan MAKI Jawa Timur dibangun di atas tiga pilar utama, yaitu mengawal penegakan hukum, berani melawan korupsi, dan berjuang untuk Indonesia yang bersih. Ketiga prinsip tersebut menjadi pedoman organisasi dalam menjalankan berbagai aktivitas pengawasan yang berpihak pada kepentingan masyarakat serta mendukung terciptanya pemerintahan yang bebas dari praktik penyalahgunaan kewenangan.

Lebih jauh, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun budaya antikorupsi. Menurutnya, pemerintah, aparat penegak hukum, media massa, akademisi, dunia usaha, organisasi masyarakat sipil, dan masyarakat luas memiliki peran strategis dalam menciptakan sistem pengawasan yang efektif dan berkelanjutan.

Heru juga menekankan bahwa partisipasi masyarakat merupakan salah satu pilar penting dalam negara demokrasi. Namun, ia mengingatkan agar setiap bentuk kritik, laporan, maupun pengawasan dilakukan secara objektif, berdasarkan fakta, dan melalui mekanisme hukum yang berlaku sehingga dapat memberikan kontribusi positif bagi penegakan hukum yang berkeadilan.

Di tengah dinamika yang terus berkembang, Heru optimistis semangat antikorupsi akan tetap tumbuh apabila seluruh komponen bangsa memiliki keberanian untuk menjaga integritas dan tidak mentoleransi segala bentuk penyimpangan.

Menutup pernyataannya, Heru Satriyo kembali mengingatkan filosofi perjuangan yang selama ini menjadi semangat MAKI Jawa Timur.

“Kami tidak takut berjalan sendiri, karena kami berjalan untuk kebenaran. Kami tidak akan berhenti, sampai Matahari Keadilan bersinar untuk semua.”

Menurut Heru, kalimat tersebut bukan sekadar slogan organisasi, melainkan komitmen yang akan terus diwujudkan melalui langkah nyata dalam mengawal penegakan hukum dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa semangat antikorupsi tidak pernah padam. Selama masih ada penyimpangan yang merugikan kepentingan rakyat, MAKI Jawa Timur akan terus berdiri sebagai mitra kritis masyarakat untuk mengawal penegakan hukum, memperkuat transparansi, dan mendorong lahirnya pemerintahan yang bersih, akuntabel, serta berintegritas. Itulah makna sesungguhnya dari perjuangan kami mengejar matahari, yakni menghadirkan cahaya keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkas Heru Satriyo (Dd).

Tagged:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp