Home / PEMERINTAHAN / Kakanwil Ditjenpas Jatim Kunci Integritas Jajaran: Kepentingan Pribadi Jangan Sampai Runtuhkan Marwah Institusi

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kunci Integritas Jajaran: Kepentingan Pribadi Jangan Sampai Runtuhkan Marwah Institusi

SIDOARJOPORTAL SATU ID Penguatan disiplin dan integritas kembali menjadi perhatian serius di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, Kusnali, menegaskan bahwa integritas harus menjadi prinsip yang tidak boleh dikorbankan oleh kepentingan sesaat maupun kepentingan pribadi.

Penegasan tersebut disampaikan Kusnali saat memimpin apel pagi yang dirangkaikan dengan pemeriksaan kedisiplinan dan kelengkapan seragam jajaran, Selasa (1/9/2026). Apel tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kedisiplinan dan profesionalitas pegawai dalam menjalankan tugas sekaligus memastikan kesiapan jajaran dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam arahannya, Kusnali menekankan bahwa kedisiplinan merupakan bagian penting dari profesionalitas aparatur. Karena itu, seluruh jajaran diminta tidak menganggap aturan kedinasan sebagai formalitas, melainkan sebagai pedoman yang harus diterapkan secara konsisten.

Kelengkapan seragam menjadi salah satu aspek yang diperiksa dalam kegiatan tersebut. Jajaran diminta memperhatikan ketentuan penggunaan seragam, menjaga kerapian, serta memastikan seluruh atribut kedinasan digunakan sebagaimana mestinya.

Bagi Kusnali, disiplin juga harus tercermin dalam sikap dan perilaku. Pegawai dituntut mampu menjaga etika kedinasan, menunjukkan kesiapan dalam melaksanakan tugas, serta memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan sikap profesional dan penuh tanggung jawab.

Namun, di balik penguatan kedisiplinan tersebut, terdapat pesan yang jauh lebih mendasar, yakni mengenai integritas.

Kusnali menegaskan bahwa integritas merupakan pondasi dalam menjalankan tugas di mana pun seorang aparatur berada. Nilai tersebut menjadi dasar untuk memperkuat dan memperkokoh organisasi.

“Jaga integritas, karena integritas merupakan pondasi dalam menjalankan tugas di mana pun kita berada. Apa pun institusinya, integritas adalah hal yang paling utama untuk memperkuat dan memperkokoh pondasi organisasi. Jangan pernah gadaikan integritas hanya karena kepentingan sesaat atau kepentingan pribadi hingga mengabaikan kepentingan institusi,” tegas Kusnali.

Pesan tersebut menjadi peringatan agar seluruh jajaran tetap berpegang teguh pada prinsip ketika menjalankan amanah. Kepentingan pribadi tidak boleh ditempatkan di atas tanggung jawab institusional, terlebih ketika dapat mengganggu pelaksanaan tugas maupun kepercayaan masyarakat.

Integritas harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Bukan hanya ketika seorang pegawai berada di bawah pengawasan, tetapi dalam setiap aktivitas kedinasan, termasuk saat mengambil keputusan, menjalankan kewenangan, menyelesaikan pekerjaan, dan memberikan pelayanan.

Sejalan dengan itu, disiplin juga diharapkan tidak hanya muncul ketika dilakukan pemeriksaan. Disiplin harus menjadi kebiasaan dan bagian dari budaya kerja yang melekat pada setiap individu.

Melalui apel pagi tersebut, Kusnali mengajak seluruh jajaran untuk menjadikan integritas dan kedisiplinan sebagai budaya kerja sehari-hari. Keduanya harus berjalan beriringan untuk membangun aparatur yang profesional, bertanggung jawab, dan mampu menjaga nama baik institusi.

Penguatan budaya kerja tersebut dinilai penting untuk menjaga marwah Pemasyarakatan. Setiap pegawai merupakan representasi organisasi dalam menjalankan tugas dan berinteraksi dengan masyarakat. Karena itu, kualitas perilaku dan profesionalitas jajaran turut menentukan tingkat kepercayaan publik.

Organisasi yang kuat membutuhkan aparatur yang tidak hanya memahami aturan, tetapi juga memiliki komitmen untuk menjalankannya dengan penuh integritas. Disiplin menciptakan ketertiban dalam pelaksanaan tugas, sementara integritas memastikan amanah dan kewenangan dijalankan secara benar.

Kusnali pun mendorong seluruh jajaran untuk terus memperkuat profesionalitas, menjaga etika kedinasan, meningkatkan kedisiplinan, serta mempertahankan integritas dalam setiap pelaksanaan tugas.

Apel pagi di Sidoarjo tersebut menjadi momentum untuk kembali memperkokoh komitmen internal jajaran Pemasyarakatan Jawa Timur. Disiplin harus menjadi karakter kerja, profesionalitas menjadi standar pelayanan, dan integritas menjadi prinsip yang tidak boleh ditukar dengan kepentingan apa pun.

Sebab, menjaga integritas bukan hanya tentang menjaga diri sendiri, tetapi juga tentang menjaga amanah, nama baik, marwah, dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Pemasyarakatan (Dd).

Tagged:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp