Home / PEMERINTAHAN / Dapur Rutan Gresik Jadi Garda Mutu Layanan, Tamping Dibekali Standar Ketat Keamanan Pangan

Dapur Rutan Gresik Jadi Garda Mutu Layanan, Tamping Dibekali Standar Ketat Keamanan Pangan

GRESIK, — PORTAL SATU ID Kualitas makanan bagi warga binaan tidak hanya ditentukan oleh bahan pangan yang digunakan, tetapi juga oleh kedisiplinan dalam setiap tahapan pengelolaannya. Karena itu, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, memperkuat pemahaman tamping dapur melalui penyuluhan keamanan pangan dan higiene sanitasi makanan, Rabu (7/10).

Kegiatan yang berlangsung di dapur Rutan Gresik tersebut menjadi langkah preventif untuk memastikan seluruh proses penyelenggaraan makanan berjalan secara aman, bersih, sehat, dan sesuai dengan prinsip higiene sanitasi.

Penyuluhan dipandu oleh peserta MagangHub bersama perawat Poliklinik Rutan Gresik dan diikuti seluruh tamping yang terlibat dalam pengelolaan dapur. Materi yang diberikan tidak sekadar menekankan kebersihan, tetapi juga membangun pemahaman mengenai pentingnya keamanan pangan dalam setiap tahapan pekerjaan.

Melalui kegiatan tersebut, tamping dapur diberikan penguatan mengenai standar kebersihan dan keamanan pangan sekaligus didorong untuk meningkatkan kedisiplinan, ketelitian, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap tugas yang mereka jalankan setiap hari.

Materi penyuluhan mencakup rangkaian proses produksi pangan, mulai dari pemilihan dan penerimaan bahan makanan, penanganan bahan pangan, proses pengolahan hingga penyimpanan makanan.

Setiap tahapan tersebut memiliki peran penting dalam menjaga mutu makanan. Kesalahan dalam penanganan bahan pangan maupun proses pengolahan berpotensi menimbulkan kontaminasi. Karena itu, pemahaman terhadap prosedur menjadi bagian penting untuk memastikan makanan yang disajikan kepada warga binaan tetap aman dan layak dikonsumsi.

Aspek kebersihan diri juga menjadi perhatian. Para tamping diingatkan untuk senantiasa menjaga kebersihan tangan, pakaian kerja, peralatan, serta lingkungan dapur. Kebersihan sarana dan prasarana pengolahan makanan turut ditekankan karena kondisi dapur yang bersih merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga keamanan dan kualitas makanan.

Kepala Rutan Gresik, Dhimas Isdwiyono, menegaskan bahwa dapur merupakan salah satu sektor pelayanan yang memiliki posisi strategis karena berkaitan langsung dengan pemenuhan hak dasar warga binaan.

“Pelayanan makanan yang baik berawal dari petugas dan tamping yang memiliki komitmen, disiplin, serta rasa tanggung jawab yang tinggi. Melalui penyuluhan seperti ini, kami ingin memastikan seluruh proses penyelenggaraan makanan berjalan sesuai standar sehingga hak warga binaan tetap terpenuhi secara optimal,” ujar Dhimas.

Menurut Dhimas, penyuluhan tidak boleh berhenti sebagai kegiatan sesaat. Pengetahuan yang telah diberikan harus diterjemahkan menjadi kebiasaan kerja yang konsisten dalam aktivitas dapur sehari-hari.

“Kami berharap seluruh petugas maupun tamping yang terlibat dalam pengelolaan dapur dapat menerapkan materi yang telah diberikan secara berkelanjutan. Dengan demikian, pengelolaan makanan di Rutan Gresik dapat terus memenuhi prinsip higienis, aman, sehat, dan berkualitas,” tambahnya.

Penguatan kapasitas tamping dapur tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun budaya kerja yang mengedepankan kebersihan, ketelitian, dan tanggung jawab. Dengan pemahaman yang lebih baik, setiap tahapan pengelolaan makanan diharapkan dapat dilakukan secara tertib dan mampu meminimalkan risiko gangguan kesehatan yang bersumber dari makanan yang tidak memenuhi standar kebersihan.

Bagi Rutan Gresik, penyelenggaraan makanan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kualitas layanan pemasyarakatan. Pemenuhan kebutuhan dasar warga binaan harus berjalan seiring dengan penerapan standar keamanan dan kesehatan dalam proses pengelolaannya.

Melalui penyuluhan tersebut, Rutan Gresik menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas layanan makanan secara berkelanjutan. Penguatan pemahaman tamping, penerapan higiene sanitasi, serta kedisiplinan dalam pengelolaan dapur diharapkan mampu menciptakan sistem penyelenggaraan makanan yang semakin aman, sehat, tertib, dan berkualitas.

Langkah tersebut sekaligus memperkuat orientasi pelayanan Rutan Gresik yang tidak hanya menempatkan pemenuhan kebutuhan makanan sebagai rutinitas, tetapi sebagai bagian dari pemenuhan hak warga binaan yang harus dilaksanakan dengan standar pelayanan, tanggung jawab, dan kepedulian (Dd).

Tagged:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp