BELANDA – Portalsatu.id | Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, *Fadli Zon*, melakukan pertemuan hangat dan penuh kekeluargaan dengan personil band legendaris *Dara Puspita* yang berasal dari Mojokerto, Jawa Timur.
Pertemuan tersebut berlangsung *kemarin sore, Jumat 10 Oktober 2026 di Belanda*, di sela-sela agenda kebudayaan Menteri Kebudayaan di Eropa.
Menteri Fadli Zon menegaskan bahwa pertemuan ini murni sebagai *ajang silaturahim*, bukan agenda formal kenegaraan.
“Alhamdulillah kemarin sore bisa bersilaturahmi dengan mbak-mbak legenda Dara Puspita, band perempuan fenomenal dari Mojokerto yang telah mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia sejak tahun 60-an. Hanya silaturahim, ngobrol santai soal musik, sejarah dan pelestarian budaya,” ujar Fadli Zon.

*Dara Puspita* yang terdiri dari Titik AR, Lies AR (Almh), Susi Nander dan Titik Hamzah dikenal sebagai The Queen of Indonesian Rock and Roll, grup band wanita pertama Indonesia yang pernah menggelar tur dunia hingga ke Eropa pada tahun 1968-1971. Personilnya yang masih aktif dan menetap di Belanda menyambut hangat kehadiran Menteri Kebudayaan.
Menteri Fadli Zon yang juga seorang sejarawan dan pecinta musik, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kontribusi Dara Puspita dalam sejarah musik dan diplomasi budaya Indonesia.
“Dara Puspita adalah warisan budaya tak benda, ikon emansipasi dan kreativitas anak muda Indonesia. Mereka membuktikan musik Indonesia bisa mendunia jauh sebelum era digital,” tambah Menteri Kebudayaan yang didampingi jajaran Dirjen Diplomasi Kebudayaan.

Pertemuan berlangsung akrab dan penuh nostalgia. Tidak ada agenda politik atau pembahasan formal, hanya saling bertukar cerita dan mengenang kejayaan musik Indonesia di masa lalu sebagai bagian dari kekayaan kebudayaan nasional.
Kementerian Kebudayaan RI berkomitmen untuk terus mendata dan melestarikan kiprah para seniman legendaris seperti Dara Puspita sebagai bagian dari sejarah pemajuan kebudayaan nasional.(Red)






