Home / PEMERINTAHAN / Gelombang Reformasi Pemasyarakatan Jawa Timur Menguat: 354 ASN Baru Disumpah, Kusnali Tegaskan Integritas Bukan Tawar-Menawar

Gelombang Reformasi Pemasyarakatan Jawa Timur Menguat: 354 ASN Baru Disumpah, Kusnali Tegaskan Integritas Bukan Tawar-Menawar

SIDOARJO,PORTAL SATU ID Gelombang reformasi di lingkungan Pemasyarakatan Jawa Timur kembali menunjukkan penguatan signifikan seiring dilantiknya 354 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam Prosesi Pelantikan dan Pengambilan Sumpah PNS yang digelar Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur di Sidoarjo, Jumat (19/6/2026). Momentum ini menjadi penanda strategis lahirnya kekuatan baru aparatur sipil negara yang akan menjadi motor penggerak transformasi Pemasyarakatan yang lebih profesional, modern, dan berintegritas.

Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan penuh makna, dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, Kusnali, serta dihadiri jajaran pejabat struktural Kanwil dan seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Jawa Timur. Kehadiran para pimpinan tersebut menegaskan bahwa momen ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan titik awal pembentukan kualitas sumber daya manusia Pemasyarakatan yang baru.

Sebanyak 354 pegawai resmi diangkat menjadi PNS, terdiri dari 10 orang Golongan III dan 344 orang Golongan II. Seluruhnya merupakan hasil proses panjang mulai dari seleksi ketat, pembinaan, penguatan karakter, hingga evaluasi berlapis yang dirancang untuk memastikan hanya aparatur terbaik yang layak mengemban amanah negara.

Pelantikan ini sekaligus menandai berakhirnya masa pengabdian sebagai CPNS dan dimulainya fase pengabdian penuh sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemasyarakatan. Pada tahap ini, para pegawai dituntut tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki keteguhan moral, loyalitas tinggi, serta kemampuan adaptif dalam menghadapi dinamika tugas yang semakin kompleks.

Suasana khidmat terasa kuat saat seluruh peserta berdiri tegap mengikuti prosesi pengambilan sumpah jabatan. Dengan penuh kesadaran, mereka mengikrarkan komitmen untuk bekerja secara jujur, adil, profesional, dan bertanggung jawab sebagai bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara.

Dalam amanatnya, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, Kusnali, menegaskan bahwa pelantikan ini merupakan titik awal tanggung jawab yang lebih besar, bukan sekadar pencapaian administratif.

“Integritas bukan ruang untuk ditawar. Hari ini bukan akhir perjalanan, tetapi awal pengabdian yang sesungguhnya sebagai Aparatur Sipil Negara. Saya berharap saudara-saudara mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi integritas, disiplin, dan profesionalisme,” tegas Kusnali.

Ia juga menyoroti bahwa tantangan Pemasyarakatan saat ini semakin berat, mulai dari tuntutan reformasi birokrasi, peningkatan kualitas pelayanan publik, hingga penguatan sistem pembinaan dan pengamanan warga binaan. Kondisi tersebut menuntut hadirnya ASN yang tidak hanya cakap, tetapi juga bermental kuat dan berorientasi pada perubahan.

Menurutnya, integritas merupakan fondasi utama yang tidak dapat ditawar dalam setiap aspek pelaksanaan tugas. Tanpa integritas, seluruh upaya reformasi hanya akan kehilangan makna.

“Integritas adalah kompas yang menentukan arah pengabdian. Tanpa itu, seluruh reformasi hanya akan menjadi formalitas tanpa substansi,” ujarnya.

Kusnali menambahkan bahwa keberhasilan transformasi Pemasyarakatan sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Oleh karena itu, ASN yang baru dilantik diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan sekaligus teladan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Sementara itu, suasana haru dan kebanggaan tampak mewarnai seluruh rangkaian kegiatan. Bagi para ASN yang baru dilantik, momen tersebut menjadi puncak perjalanan panjang yang ditempuh dengan disiplin, pengorbanan, dan kerja keras selama masa CPNS. Status baru ini menjadi bentuk pengakuan sekaligus amanah besar yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.

Kebahagiaan semakin terasa ketika para ASN baru menerima ucapan selamat dari jajaran pimpinan, pejabat struktural, Kepala UPT Pemasyarakatan, rekan kerja, serta keluarga yang hadir menyaksikan langsung prosesi bersejarah tersebut. Rasa bangga dan syukur menjadi satu dalam momen yang menandai awal babak baru pengabdian mereka.

Sebagai penutup, seluruh peserta mengikuti sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan sekaligus penegasan dimulainya perjalanan baru sebagai bagian dari keluarga besar Pemasyarakatan Indonesia. Momentum ini menjadi pengingat bahwa sumpah jabatan yang telah diucapkan bukan sekadar formalitas, tetapi komitmen moral yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata.

Pelantikan 354 ASN baru ini menjadi bukti nyata komitmen Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia yang profesional, adaptif, dan berintegritas. Di tengah dinamika perubahan yang terus bergerak cepat, keberadaan aparatur yang tangguh menjadi kunci utama dalam mewujudkan sistem Pemasyarakatan yang modern, humanis, akuntabel, dan dipercaya publik.

Dari Sidoarjo, gelombang baru aparatur Pemasyarakatan Jawa Timur resmi lahir generasi ASN yang tidak hanya menjalankan tugas, tetapi juga berdiri di garis depan sebagai penjaga integritas, penggerak reformasi, dan pilar utama masa depan institusi Pemasyarakatan Indonesia (Dd).

Tagged:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp