Home / PEMERINTAHAN / Rutan Gresik di Razia, Barang Terlarang Diamankan dan 100 Peserta Tes Urine Negatif

Rutan Gresik di Razia, Barang Terlarang Diamankan dan 100 Peserta Tes Urine Negatif

GRESIK —PORTAL SATU ID Pengawasan keamanan dan ketertiban di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, diperketat melalui razia gabungan dan tes urine, Senin (21/9/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan sekaligus bagian dari langkah deteksi dini untuk mencegah masuknya barang terlarang dan mengantisipasi penyalahgunaan narkoba di lingkungan pemasyarakatan.

Rangkaian kegiatan dimulai sekitar pukul 13.00 WIB. Penggeledahan dipimpin langsung Kepala Rutan Gresik Dhimas Isdwiyono, bersama jajaran pejabat struktural dan petugas Rutan Gresik.

Pelaksanaan razia diperkuat melalui sinergi dengan sejumlah Aparat Penegak Hukum (APH), yakni BNN Kabupaten Gresik, Kodim 0817 Gresik, Subdenpom V/4-2 Gresik, dan Polsek Cerme.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari penguatan pengawasan sekaligus upaya bersama menjaga kondisi Rutan Gresik tetap aman dan tertib. Pemeriksaan diarahkan untuk mendeteksi sedini mungkin berbagai potensi gangguan keamanan maupun ketertiban.

Blok Hunian Disisir, Sejumlah Barang Terlarang Ditemukan

Tim gabungan melakukan penyisiran secara menyeluruh pada sejumlah area blok hunian. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap blok hunian warga binaan perempuan.

Seluruh proses penggeledahan dilaksanakan dengan berpedoman pada Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. Petugas mengedepankan pemeriksaan secara humanis, terukur, serta tetap memperhatikan aspek keamanan.

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak diperbolehkan berada di dalam blok hunian.

Barang-barang yang diamankan antara lain pisau, gunting, korek api, pisau cukur, kartu remi, pinset, paku, gunting kuku, serta sejumlah benda berbahan besi dan kaca.

Seluruh temuan tersebut kemudian diamankan untuk dilakukan pendataan dan penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam razia tersebut, tim gabungan tidak menemukan barang berbahaya kategori berat seperti telepon seluler, narkotika, maupun senjata tajam rakitan.

Meski demikian, temuan barang-barang yang tidak diperbolehkan tetap menjadi bahan evaluasi bagi jajaran Rutan Gresik. Pengawasan akan terus diperketat untuk mencegah masuknya barang terlarang yang dapat menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban.

Dhimas: Sinergi APH Diperkuat

Kepala Rutan Gresik Dhimas Isdwiyono mengatakan, penggeledahan gabungan merupakan bentuk nyata sinergi antara jajaran pemasyarakatan dan APH untuk menjaga keamanan serta menciptakan lingkungan rutan yang kondusif.

“Penggeledahan gabungan ini adalah bentuk sinergi APH untuk menciptakan lingkungan Rutan yang kondusif, aman, dan bebas dari gangguan keamanan dan ketertiban. Langkah ini juga bertujuan mencegah masuknya ponsel, narkoba, senjata tajam, serta barang terlarang lainnya. Kami bersyukur seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar,” ujar Dhimas.

Menurutnya, penggeledahan menjadi bagian dari langkah pencegahan dan deteksi dini yang dilakukan secara berkelanjutan.

100 Orang Jalani Tes Urine

Selain penggeledahan, kegiatan dilanjutkan dengan tes urine terhadap 100 orang, terdiri atas 25 pegawai dan 75 warga binaan.

Pemeriksaan dilakukan oleh tim medis Rutan Gresik dengan pendampingan dari perwakilan BNN Kabupaten Gresik.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh peserta yang menjalani tes urine dinyatakan 100 persen negatif.

Hasil tersebut menjadi bagian dari upaya deteksi dini terhadap potensi penyalahgunaan narkoba di lingkungan Rutan Gresik. Kendati seluruh peserta yang diperiksa menunjukkan hasil negatif, pengawasan dan pemeriksaan berkala tetap diperlukan sebagai bagian dari langkah pencegahan yang berkesinambungan.

Seluruh rangkaian kegiatan razia gabungan dan tes urine berlangsung dalam kondisi aman, tertib, dan lancar.

Barang-barang yang ditemukan telah diamankan untuk dilakukan pendataan dan penanganan sesuai ketentuan. Sementara hasil tes urine menjadi bagian dari dokumentasi pelaksanaan deteksi dini terhadap penyalahgunaan narkoba.

Rutan Gresik menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pengawasan blok hunian, pemeriksaan berkala, deteksi dini, pencegahan masuknya barang terlarang, serta sinergi bersama APH.

Upaya tersebut diarahkan untuk mendukung terwujudnya penyelenggaraan pemasyarakatan yang aman, tertib, profesional, berintegritas, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Penggeledahan gabungan juga menjadi bagian dari evaluasi berkelanjutan untuk memastikan setiap celah yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dapat diminimalkan. Sinergi antara Rutan Gresik dan APH akan terus diperkuat sebagai bagian dari komitmen bersama menjaga stabilitas serta kondusivitas lingkungan pemasyarakatan (Dd).

Tagged:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp