Home / PEMERINTAHAN / Matras, Kamar Mandi hingga Sepatu Diperiksa, Rutan Perempuan Surabaya Gencarkan Deteksi Dini Gangguan Keamanan

Matras, Kamar Mandi hingga Sepatu Diperiksa, Rutan Perempuan Surabaya Gencarkan Deteksi Dini Gangguan Keamanan

SIDOARJO —PORTAL SATU ID Penguatan pengawasan di lingkungan pemasyarakatan terus dilakukan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Perempuan Kelas IIA Surabaya. Pada Jumat (16/10/2026), seusai apel pagi pegawai, petugas menggelar penggeledahan insidentil di blok hunian untuk mengantisipasi keberadaan barang terlarang sekaligus mendukung upaya pemberantasan peredaran narkoba.

Kegiatan tersebut dilaksanakan atas arahan Kepala Rutan Perempuan Kelas IIA Surabaya, Wijayanti Utami Dewi, sebagai langkah preventif dalam menjaga keamanan dan ketertiban (kamtib). Penggeledahan dilakukan secara teliti dengan menyasar sejumlah bagian kamar hunian yang berpotensi menjadi tempat penyimpanan barang-barang yang tidak diperbolehkan.

Petugas memeriksa matras tempat tidur, area kamar mandi, rak sepatu, hingga bagian dalam sepatu. Pemeriksaan pada berbagai titik tersebut merupakan upaya mengantisipasi kemungkinan adanya barang terlarang yang disembunyikan di dalam kamar hunian.

Selama kegiatan berlangsung, petugas tetap memperhatikan ketertiban dan memastikan pemeriksaan berjalan secara terarah. Warga binaan juga diingatkan agar menaati tata tertib serta tidak menyimpan barang-barang yang dilarang di lingkungan rutan.

Bagi Rutan Perempuan Surabaya, penggeledahan insidentil merupakan bagian dari upaya deteksi dini untuk meminimalkan potensi gangguan keamanan. Pengawasan yang dilaksanakan secara cermat diharapkan dapat membantu menjaga kondisi blok hunian tetap aman dan terkendali.

Tidak hanya melakukan pemeriksaan, Wijayanti Utami Dewi juga berkomunikasi langsung dengan warga binaan. Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak seluruh penghuni untuk ikut bertanggung jawab menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersihan lingkungan hunian.

“Kami mengajak seluruh warga binaan untuk ikut menjaga keamanan dan ketertiban, menaati aturan, serta menjaga kebersihan lingkungan hunian,” ujar Wijayanti.

Ajakan tersebut menegaskan bahwa keamanan rutan tidak hanya bergantung pada pengawasan petugas, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan kedisiplinan warga binaan. Kepatuhan terhadap peraturan serta kepedulian terhadap kebersihan menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang tertata dan mendukung pelaksanaan pembinaan.

Penggeledahan ini juga menjadi wujud kewaspadaan terhadap potensi peredaran narkoba dan penyimpanan barang terlarang di lingkungan pemasyarakatan. Melalui langkah pencegahan yang dilakukan secara terarah, petugas berupaya memperkuat sistem pengawasan agar berbagai potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini.

Meski demikian, informasi yang tersedia tidak menyebutkan adanya temuan barang terlarang dalam kegiatan tersebut. Dengan demikian, penggeledahan ini merupakan langkah preventif dan tidak dapat diartikan sebagai bukti ditemukannya pelanggaran.

Rutan Perempuan Kelas IIA Surabaya terus mendorong terwujudnya lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, bersih, dan kondusif. Konsistensi pengawasan, kedisiplinan petugas, serta partisipasi warga binaan diharapkan mampu memperkuat keamanan sekaligus menunjang proses pembinaan sesuai ketentuan yang berlaku (Dd).

Tagged:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp