Home / PEMERINTAHAN / Bukan Sekadar Apel Pagi, Kepala Rutan Siapkan Jajaran Rutan Surabaya Tetap Bugar dan Siaga

Bukan Sekadar Apel Pagi, Kepala Rutan Siapkan Jajaran Rutan Surabaya Tetap Bugar dan Siaga

SIDOARJO — PORTAL SATU ID Kesiapan petugas menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga pelayanan pemasyarakatan tetap berjalan. Di tengah tuntutan pelayanan masyarakat, pengamanan, pengawalan, serta pembinaan warga binaan, kondisi fisik jajaran turut mendapat perhatian Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surabaya.

Hal itu ditunjukkan Kepala Rutan Kelas I Surabaya Tristiantoro Adi Wibowo melalui apel pagi yang dirangkaikan dengan pembagian vitamin dan suplemen kepada jajaran, Senin (28/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di halaman depan Gedung Kantor Utama Rutan Kelas I Surabaya tersebut diikuti Tristiantoro bersama jajaran pejabat struktural dan seluruh pegawai.

Pemberian vitamin dan suplemen merupakan langkah preventif internal untuk membantu menjaga kebugaran pegawai. Dengan kondisi fisik yang terjaga, petugas diharapkan mampu menjalankan tugas secara optimal, baik dalam memberikan pelayanan maupun melaksanakan fungsi pengamanan dan pembinaan.

Bagi Rutan Surabaya, menjaga kesehatan jajaran tidak hanya berkaitan dengan kepentingan individu. Petugas merupakan bagian penting dari operasional satuan kerja yang setiap hari berhadapan dengan beragam kebutuhan pelayanan dan dinamika pemasyarakatan.

Karena itu, setiap pegawai dituntut tetap sigap, disiplin, profesional, sekaligus mampu memberikan pelayanan secara ramah dan humanis.

Dibagikan dengan Pendampingan Tenaga Kesehatan

Pembagian vitamin dan suplemen dilakukan secara tertib dengan melibatkan tenaga kesehatan Rutan. Pemberian suplemen disesuaikan dengan hasil konsultasi dan pemeriksaan singkat terhadap pegawai.

Tidak berhenti pada pembagian, pegawai juga mendapatkan penjelasan mengenai dosis serta tata cara penggunaannya. Langkah tersebut dilakukan agar konsumsi suplemen tetap memperhatikan aspek keamanan dan penggunaannya dapat dilakukan secara tepat.

Pendekatan preventif tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap kondisi jajaran yang memiliki beban tugas beragam.

Petugas tidak hanya menjalankan pelayanan kepada masyarakat dan keluarga warga binaan. Mereka juga melaksanakan pengawalan, menjaga keamanan dan ketertiban, serta mendukung berbagai kegiatan pembinaan warga binaan.

Dalam kondisi tersebut, kesiapan fisik menjadi salah satu faktor pendukung agar seluruh tugas dapat dilaksanakan secara konsisten sesuai prosedur.

Pelayanan dan Keamanan Berjalan Bersamaan

Penguatan kondisi internal jajaran juga berjalan seiring dengan pengembangan pelayanan Rutan Kelas I Surabaya.

Salah satu inovasi yang diterapkan adalah RUSABAYA, yang membantu masyarakat mengambil antrean kunjungan secara daring. Kehadiran layanan tersebut diarahkan untuk membuat proses kunjungan lebih tertib dan memberikan kemudahan kepada masyarakat sebelum datang ke Rutan.

Di sisi lain, pelayanan pemasyarakatan juga mencakup pemenuhan hak warga binaan dan tahanan, termasuk akses terhadap bantuan hukum. Pelaksanaannya tetap harus berjalan dengan memperhatikan ketentuan keamanan dan ketertiban yang berlaku.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pelayanan pemasyarakatan memiliki ruang lingkup yang luas. Petugas harus mampu menjalankan fungsi pelayanan sekaligus menjaga keamanan lingkungan Rutan.

Karena itu, kesiapan sumber daya manusia menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari penguatan pelayanan.

Menjaga Stamina di Tengah Tuntutan Tugas

Tanggung jawab Tristiantoro bersama jajaran bukan hanya memastikan pelayanan berjalan. Keamanan dan ketertiban lingkungan Rutan juga harus tetap terjaga, sementara proses pembinaan warga binaan berlangsung setiap hari.

Dengan beban tugas tersebut, perhatian terhadap kesehatan pegawai menjadi salah satu langkah pendukung kesinambungan operasional.

Apel pagi yang dirangkaikan dengan pembagian vitamin dan suplemen sekaligus menjadi momentum untuk mengingatkan jajaran mengenai pentingnya menjaga kondisi tubuh dalam menjalankan tugas.

Kebugaran bukan satu-satunya unsur yang menentukan kualitas pelayanan, tetapi kondisi fisik yang baik dapat membantu petugas menjalankan aktivitas yang membutuhkan kesiapsiagaan secara berkelanjutan.

Hal tersebut semakin relevan dengan penguatan kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Rutan Kelas I Surabaya sebelumnya mengikuti Rapat Koordinasi Kemenimipas pada 20–23 September 2026, yang antara lain membahas penguatan keamanan, pelayanan, pengawasan, serta implementasi program STAR PROAKSI di lapangan.

Dengan berbagai tuntutan tersebut, penguatan internal menjadi bagian dari upaya memastikan organisasi tetap berjalan secara efektif.

Fondasi Pelayanan Ada pada Kesiapan Petugas

Bagi masyarakat, pelayanan pemasyarakatan tercermin dari proses yang tertib, cepat, ramah, dan sesuai ketentuan. Namun di balik proses tersebut terdapat petugas yang menjalankan seluruh rangkaian pelayanan setiap hari.

Mulai dari pelayanan kunjungan, pengawalan, pengamanan, hingga pembinaan warga binaan membutuhkan kesiapan personel.

Karena itu, langkah menjaga kebugaran jajaran melalui pemberian vitamin dan suplemen menjadi bagian dari upaya preventif untuk mendukung kesiapan tersebut.

Tristiantoro bersama jajaran diharapkan dapat mempertahankan keseimbangan antara pelayanan publik dan pelaksanaan fungsi keamanan. Keduanya harus berjalan beriringan agar operasional Rutan tetap berlangsung secara tertib.

Pada akhirnya, penguatan pelayanan pemasyarakatan tidak hanya berbicara tentang fasilitas atau sistem digital. Ada faktor manusia yang menjadi pelaksana utama di lapangan.

Ketika petugas memiliki kesiapan fisik dan memahami tanggung jawabnya, pelayanan kepada masyarakat dan pelaksanaan tugas pemasyarakatan dapat terus dijalankan secara profesional, humanis, aman, dan berkesinambungan (Dd).

Tagged:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp