Home / PEMERINTAHAN / Kepala Pusat PPK BPSDM Pujo Harinto Genjot Transformasi SDM Rutan Surabaya melalui Social dan Experience Learning

Kepala Pusat PPK BPSDM Pujo Harinto Genjot Transformasi SDM Rutan Surabaya melalui Social dan Experience Learning

SIDOARJO —PORTAL SATU ID Transformasi kualitas sumber daya manusia (SDM) aparatur menjadi salah satu kunci penguatan pelayanan pemasyarakatan. Di tengah perubahan teknologi dan semakin kompleksnya tuntutan pelayanan publik, pegawai dituntut tidak berhenti belajar, tetapi mampu mengembangkan kompetensi melalui interaksi sosial, pengalaman kerja, serta pemanfaatan teknologi digital.

Penguatan tersebut didorong Kepala Pusat Pengembangan dan Penilaian Kompetensi (PPK) BPSDM Imigrasi dan Pemasyarakatan, Pujo Harinto, melalui sosialisasi pembelajaran berbasis Social Learning dan Experience Learning di Ruang Rapat Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Rabu (30/9/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun pola pembelajaran pegawai yang lebih fleksibel dan interaktif. Pengembangan kompetensi tidak lagi hanya mengandalkan pelatihan formal, tetapi diperluas melalui proses berbagi pengetahuan, interaksi antarpersonel, serta pembelajaran dari pengalaman langsung dalam pelaksanaan tugas.

Dalam sosialisasi tersebut, Pujo Harinto membahas pemanfaatan platform PK BANGKOM dan MOOC untuk mendukung pengembangan kompetensi aparatur secara digital. Platform tersebut dapat menjadi sarana bagi pegawai untuk memperoleh pembelajaran secara lebih fleksibel dan menyesuaikannya dengan kebutuhan pengembangan kapasitas masing-masing.

Konsep Social Learning menempatkan interaksi sosial sebagai bagian dari proses pembelajaran. Pengetahuan dapat berkembang melalui komunikasi, diskusi, pertukaran pengalaman, dan proses saling belajar antarpegawai.

Sementara Experience Learning memberikan ruang bagi aparatur untuk menjadikan pengalaman dalam menjalankan tugas sebagai bahan pembelajaran. Persoalan yang dihadapi di lapangan, proses penyelesaian masalah, hingga praktik pelayanan dapat menjadi pengalaman yang memperkaya kompetensi.

Pola tersebut diharapkan menciptakan budaya belajar yang berlangsung secara berkelanjutan. Pegawai tidak hanya memperoleh pengetahuan dari materi pembelajaran, tetapi juga mampu mengembangkan kemampuan melalui pengalaman konkret dan lingkungan kerja.

Penguatan kompetensi menjadi semakin penting karena tugas pemasyarakatan membutuhkan aparatur yang memiliki kemampuan teknis sekaligus kecakapan komunikasi, manajerial, pelayanan, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan.

Pemanfaatan teknologi digital melalui PK BANGKOM dan MOOC juga membuka peluang pembelajaran yang lebih merata. Pegawai memiliki ruang untuk meningkatkan kemampuan secara fleksibel tanpa sepenuhnya bergantung pada pembelajaran konvensional.

Dari proses tersebut diharapkan terbentuk kader-kader pemasyarakatan yang semakin profesional, adaptif, dan siap menghadapi berbagai tantangan operasional di lapangan.

Bagi Rutan Kelas I Surabaya, pengembangan SDM menjadi bagian penting dalam mendukung kualitas pembinaan warga binaan sekaligus pelayanan kepada masyarakat.

Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Tristiantoro Adi Wibowo, menyampaikan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan kualitas pegawai. Menurutnya, pengembangan kompetensi harus dilakukan secara berkelanjutan agar jajaran memiliki kesiapan menghadapi berbagai perubahan dan tantangan dalam pelaksanaan tugas.

Komitmen tersebut diarahkan untuk mencetak SDM yang tidak hanya menguasai tugas dan fungsi, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi, berkolaborasi, berkomunikasi secara efektif, serta memberikan pelayanan secara profesional.

Social Learning dan Experience Learning menjadi bagian dari pendekatan tersebut. Melalui interaksi dan pengalaman, pegawai memiliki kesempatan untuk saling berbagi pengetahuan sekaligus menjadikan pengalaman kerja sebagai sumber pembelajaran.

Dengan dukungan teknologi digital, proses pembelajaran diharapkan semakin mudah diakses dan dapat dilakukan secara fleksibel. Hal ini memungkinkan pengembangan kompetensi berlangsung lebih konsisten dan tidak berhenti pada satu kegiatan sosialisasi atau pelatihan.

Langkah yang dipimpin Pujo Harinto sekaligus menegaskan bahwa peningkatan kualitas pemasyarakatan membutuhkan investasi pada kualitas manusia yang menjalankan seluruh proses pelayanan dan pembinaan.

Aparatur yang terus belajar dan mengembangkan kapasitas diharapkan mampu menghadirkan pelayanan yang semakin profesional, responsif, dan sesuai kebutuhan masyarakat serta warga binaan.

Dari Rutan Kelas I Surabaya, penguatan budaya belajar tersebut menjadi bagian dari proses membangun SDM pemasyarakatan yang siap menghadapi perubahan zaman dan tantangan operasional, sekaligus mendukung terwujudnya pelayanan pemasyarakatan yang semakin berdampak nyata (Dd).

Tagged:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp