Home / PEMERINTAHAN / Hadirkan Ruang Aspirasi, Rutan Gresik Tegaskan Layanan Bersih dan Terbuka

Hadirkan Ruang Aspirasi, Rutan Gresik Tegaskan Layanan Bersih dan Terbuka

GRESIK — PORTAL SATU ID Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur membuka ruang komunikasi lebih luas bagi warga binaan. Langkah tersebut dilakukan untuk menyerap aspirasi sekaligus memperkuat kualitas pelayanan dan pembinaan di lingkungan Rutan.

Kepala Rutan Gresik Dhimas Isdwiyono memimpin langsung kegiatan pengarahan dan pembukaan ruang aspirasi yang berlangsung di Aula Dalam Rutan Gresik, Kamis (1/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Dhimas didampingi Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Virga Indrawan serta Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan Ari Djoko Irwanto. Jajaran berinteraksi langsung dengan warga binaan untuk mendengarkan aspirasi, saran, masukan, apresiasi dan harapan terkait pelaksanaan pelayanan maupun pembinaan.

Ruang komunikasi tersebut menjadi salah satu upaya untuk membangun hubungan yang lebih terbuka antara petugas dan warga binaan. Berbagai masukan yang muncul diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus membantu jajaran melihat kebutuhan pelayanan secara lebih langsung.

Dalam arahannya, Dhimas mengingatkan warga binaan agar senantiasa menjaga sikap, berkelakuan baik serta menaati seluruh aturan dan tata tertib yang berlaku.

Ia menekankan, ketertiban merupakan bagian penting dalam menjaga keamanan dan kondusivitas lingkungan Rutan sehingga seluruh proses pelayanan dan pembinaan dapat berjalan sebagaimana mestinya.

“Jaga perilaku, ikuti aturan yang berlaku, dan manfaatkan seluruh program pembinaan dengan sebaik-baiknya. Kami juga membuka ruang komunikasi agar setiap aspirasi, saran, maupun kendala yang dirasakan dapat disampaikan secara langsung,” ujar Dhimas.

Di hadapan warga binaan, Dhimas juga menyampaikan penegasan mengenai integritas pelayanan. Rutan Gresik berkomitmen menjaga lingkungan pemasyarakatan tetap bersih dari barang-barang terlarang dan praktik pungutan liar (pungli).

Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya membangun pelayanan yang transparan, profesional dan berintegritas. Karena itu, warga binaan diminta tidak ragu menyampaikan informasi apabila mengetahui adanya dugaan pelanggaran atau permintaan yang tidak sesuai ketentuan.

“Rutan Gresik berkomitmen bersih dari barang-barang terlarang maupun pungli. Apabila ada oknum yang melakukan pelanggaran atau meminta sesuatu yang tidak semestinya, segera laporkan. Jangan takut untuk menyampaikan kepada kami,” tegasnya.

Pembukaan ruang aspirasi sekaligus memberikan kesempatan kepada jajaran Rutan Gresik untuk memperoleh informasi secara langsung dari warga binaan. Masukan yang disampaikan dapat digunakan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas pelayanan serta memastikan pemenuhan kebutuhan dan hak warga binaan sesuai ketentuan.

Komunikasi terbuka tersebut juga menjadi bagian dari penguatan pengawasan internal. Dengan adanya interaksi secara langsung, berbagai persoalan pelayanan dapat disampaikan melalui saluran komunikasi yang tersedia dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan serta prosedur yang berlaku.

Pendekatan komunikasi yang humanis tetap berjalan seiring dengan penerapan aturan, keamanan dan ketertiban. Warga binaan tetap memiliki tanggung jawab untuk menjaga perilaku, menaati tata tertib serta mengikuti program pembinaan yang telah disediakan.

Rutan Gresik juga terus mendorong komunikasi langsung secara berkelanjutan. Langkah ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari budaya pelayanan yang terbuka dan responsif.

Dengan terbukanya ruang aspirasi, warga binaan memiliki kesempatan untuk menyampaikan saran, masukan, apresiasi maupun kendala yang dirasakan. Di sisi lain, jajaran Rutan Gresik dapat menjadikan informasi tersebut sebagai dasar evaluasi dalam meningkatkan pelayanan dan pembinaan.

Upaya tersebut diarahkan untuk menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, transparan dan kondusif. Pada saat yang sama, komunikasi yang terbuka diharapkan semakin memperkuat hubungan antara petugas dan warga binaan dalam mendukung pelaksanaan pembinaan yang profesional, humanis dan sesuai ketentuan (Dd).

Tagged:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp