SIDOARJO — PORTAL SATU ID Kebahagiaan ulang tahun menjadi lebih bermakna ketika dirayakan dengan kepedulian terhadap sesama. Nilai itulah yang mewarnai syukuran ulang tahun ke-5 Shanaya Diandra Satriyo, putri bungsu pasangan Heru Satriyo, Ketua Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jatim, dan Dwi Yulis, Direktur CV Kalinda Sukses Bersama, yang berlangsung pada Minggu (18/10/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut digelar di McDonald’s Puri Surya Jaya, Gedangan, Kabupaten Sidoarjo. Selain menjadi ungkapan rasa syukur atas bertambahnya usia Shanaya, acara tersebut diisi dengan santunan kepada anak-anak yatim-piatu dari Yayasan Panti Asuhan Hasyim Ashari, Pepe, Sedati, Sidoarjo, yang diketuai Muhammad Syakhul Huda.
Perayaan ini menghadirkan pesan bahwa kebahagiaan tidak harus berhenti pada lingkup keluarga. Di tengah suasana syukur menyambut usia baru Shanaya, keluarga Heru Satriyo dan Dwi Yulis turut berbagi perhatian dengan anak-anak yatim-piatu sebagai wujud kepedulian sosial dan kasih sayang terhadap sesama.
Bagi keluarga, pertambahan usia bukan semata-mata tentang pesta, hadiah, atau kemeriahan. Momen tersebut juga menjadi kesempatan untuk meneguhkan nilai-nilai kemanusiaan, menumbuhkan rasa syukur, serta mengingatkan pentingnya berbagi dengan mereka yang membutuhkan perhatian.
Heru Satriyo menyampaikan bahwa syukuran ulang tahun putrinya merupakan momentum untuk mensyukuri anugerah kehidupan sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim-piatu.
Ia berharap santunan yang diberikan dapat memberikan kebahagiaan kepada anak-anak yang hadir. Menurutnya, kepedulian terhadap sesama dapat dimulai dari langkah sederhana, selama dilakukan dengan ketulusan dan niat untuk berbagi.
Semangat tersebut menjadi inti dari perayaan ulang tahun Shanaya. Kebahagiaan yang dirasakan keluarga diharapkan dapat meluas, tidak hanya menjadi kenangan indah bagi sang putri, tetapi juga menghadirkan suasana kebersamaan bagi anak-anak dari Yayasan Panti Asuhan Hasyim Ashari.
Menanamkan Kasih Sayang dan Kepedulian Sejak Dini
Memasuki usia lima tahun, Shanaya berada pada tahap pertumbuhan yang penting dalam perjalanan masa kecilnya. Keluarga berharap momen syukuran yang disertai kegiatan sosial ini kelak menjadi bagian dari kenangan berharga yang mengajarkan arti kasih sayang dan kepedulian terhadap orang lain.
Heru Satriyo dan Dwi Yulis berharap Shanaya senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan, keberkahan, serta tumbuh kembang yang baik. Mereka juga berharap putri bungsunya kelak tumbuh menjadi pribadi yang rendah hati, menghargai sesama, memiliki kepekaan sosial, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Harapan tersebut sejalan dengan pentingnya keteladanan dalam membangun karakter anak. Nilai kebaikan tidak hanya disampaikan melalui nasihat, tetapi juga diperkenalkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan berbagi, keluarga berharap Shanaya kelak memahami bahwa kebahagiaan bukan hanya tentang apa yang dimiliki, melainkan juga tentang kemampuan untuk peduli, menghormati orang lain, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Kehadiran anak-anak yatim-piatu dalam acara tersebut turut memberikan makna sosial tersendiri. Santunan menjadi bagian dari upaya berbagi kebahagiaan sekaligus mempererat rasa kebersamaan di tengah masyarakat.
Perayaan Sederhana dengan Pesan Kemanusiaan
Di tengah kehidupan masyarakat yang terus berkembang, kepedulian sosial tetap menjadi nilai yang perlu dijaga. Perhatian kepada anak-anak yatim-piatu merupakan salah satu bentuk nyata bahwa kasih sayang dapat diwujudkan melalui tindakan yang sederhana, tetapi memiliki arti bagi penerimanya.
Syukuran ulang tahun ke-5 Shanaya Diandra Satriyo menjadi pengingat bahwa ukuran kebahagiaan tidak semata-mata terletak pada kemeriahan sebuah acara. Makna yang lebih mendalam hadir ketika perayaan tersebut disertai keinginan untuk berbagi dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
Keluarga Heru Satriyo dan Dwi Yulis berharap pertambahan usia Shanaya membawa keberkahan dalam perjalanan hidupnya. Lebih dari itu, mereka berharap sang putri tumbuh dengan karakter yang baik, penuh kasih sayang, serta memiliki kepedulian terhadap orang-orang di sekitarnya.
Momentum ini sekaligus menyampaikan pesan bahwa rasa syukur dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, termasuk memberikan perhatian kepada mereka yang membutuhkan. Ketulusan dalam berbagi menjadi salah satu cara untuk menjadikan kebahagiaan lebih bermakna.
Genap lima tahun Shanaya Diandra Satriyo bukan sekadar penanda bertambahnya usia, melainkan juga momentum untuk merawat kasih sayang dan menebarkan kebaikan. Melalui syukuran yang disertai santunan anak yatim-piatu di Sidoarjo, keluarga berharap kebahagiaan dapat dirasakan lebih luas.
Sebab, perayaan yang paling bermakna bukan hanya tentang kebahagiaan yang dirasakan, tetapi juga tentang kebaikan yang dibagikan kepada sesama (Dd).






