Home / PEMERINTAHAN / Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Hadiri Pembukaan Kongres Nasional Majelis Tahkim Syarikat Islam ke-42, Perkuat Jembatan Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Hadiri Pembukaan Kongres Nasional Majelis Tahkim Syarikat Islam ke-42, Perkuat Jembatan Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat

SURABAYA —PORTAL SATU ID Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Jawa Timur, Kusnali, menghadiri pembukaan Kongres Nasional Majelis Tahkim Syarikat Islam ke-42 di Gedung Jatim Expo, Surabaya, Minggu (18/10/2026). Dalam kegiatan tersebut, Kusnali hadir mewakili Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan sebagai wujud komitmen memperkuat hubungan kelembagaan, membangun komunikasi yang berkesinambungan, serta mendorong kolaborasi positif yang berorientasi pada manfaat bagi masyarakat.

Kehadiran Kusnali dalam forum nasional tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga hubungan baik antara Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dengan berbagai organisasi kemasyarakatan. Melalui interaksi lintas lembaga, diharapkan tercipta ruang komunikasi yang konstruktif untuk memperkuat koordinasi, membangun pemahaman bersama, dan mendukung pelaksanaan tugas serta fungsi setiap institusi.

Pembukaan Kongres Nasional Majelis Tahkim Syarikat Islam ke-42 turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan, Menteri Koperasi Republik Indonesia Ferry Juliantono, Ketua Umum Pimpinan Pusat Syarikat Islam Dr. Hamdan Zoelva, S.H., M.H., serta Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak.

Kongres tersebut merupakan agenda penting bagi Syarikat Islam, dengan Majelis Tahkim sebagai forum permusyawaratan dan penguatan organisasi. Penyelenggaraan kongres menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan, memperkuat konsolidasi, serta membahas arah organisasi dalam menjalankan peran dan kontribusinya di tengah kehidupan masyarakat.

Bagi Kanwil Ditjenpas Jawa Timur, kehadiran dalam kegiatan tersebut tidak hanya mencerminkan pelaksanaan mandat kedinasan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memelihara hubungan konstruktif dengan berbagai pemangku kepentingan. Hubungan yang terjalin secara baik diharapkan mampu membuka ruang kolaborasi yang saling mendukung, dengan tetap berpedoman pada kewenangan dan tanggung jawab masing-masing lembaga.

Kusnali menegaskan bahwa hubungan kelembagaan yang kuat harus dibangun melalui komunikasi yang positif, terbuka, dan berkelanjutan. Menurutnya, sinergi antarlembaga perlu terus dipelihara agar interaksi yang terjalin dapat memberikan nilai tambah bagi pelaksanaan tugas dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

“Hubungan kelembagaan yang baik perlu terus dipelihara melalui komunikasi dan kolaborasi yang positif. Kami berharap interaksi dengan berbagai elemen masyarakat dapat memperkuat sinergi, saling mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Kusnali.

Pesan tersebut menegaskan bahwa kolaborasi yang bermanfaat membutuhkan komunikasi yang konsisten, saling menghormati, dan pemahaman terhadap peran setiap institusi. Dengan pendekatan tersebut, hubungan antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan diharapkan dapat berkembang secara produktif tanpa mengesampingkan tugas pokok, fungsi, maupun kewenangan masing-masing.

Dalam penyelenggaraan tugas pemasyarakatan, komunikasi dengan berbagai unsur masyarakat juga menjadi bagian penting untuk menjaga hubungan yang harmonis dan membangun dukungan terhadap pelaksanaan program kelembagaan. Karena itu, partisipasi dalam forum lintas organisasi dapat menjadi sarana memperluas jejaring komunikasi sekaligus memperkuat pemahaman mengenai kontribusi setiap pihak bagi kepentingan publik.

Kehadiran Kusnali yang mewakili Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam pembukaan kongres tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya keterhubungan antara institusi pemerintah dan organisasi kemasyarakatan. Hubungan yang terpelihara dengan baik diharapkan dapat mendorong kerja sama yang relevan, terarah, dan berkelanjutan sesuai kebutuhan serta kapasitas masing-masing pihak.

Momentum Kongres Nasional Majelis Tahkim Syarikat Islam ke-42 di Surabaya pun menjadi ruang untuk memperkuat semangat kebersamaan dan menjaga komunikasi lintas elemen. Melalui hubungan kelembagaan yang sehat, setiap institusi diharapkan mampu menjalankan perannya secara optimal sekaligus memberikan kontribusi yang positif bagi masyarakat luas.

Kanwil Ditjenpas Jawa Timur berkomitmen untuk terus memelihara hubungan konstruktif dengan berbagai elemen masyarakat melalui komunikasi dan kolaborasi yang positif. Semangat sinergi kuat, kolaborasi bermanfaat diharapkan tidak berhenti pada pertemuan formal, tetapi menjadi landasan bagi terbangunnya kerja sama yang berkelanjutan dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Dengan demikian, kehadiran Kusnali dalam pembukaan Kongres Nasional Majelis Tahkim Syarikat Islam ke-42 menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antarlembaga sekaligus meneguhkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mendukung pelaksanaan tugas serta kontribusi bagi kepentingan bersama (Dd).

Tagged:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp