Home / PEMERINTAHAN / Satu Saf di Tengah Kemarau, Ratusan Warga Binaan Rutan Surabaya Menyatukan Doa untuk Hujan

Satu Saf di Tengah Kemarau, Ratusan Warga Binaan Rutan Surabaya Menyatukan Doa untuk Hujan

SIDOARJO —PORTAL SATU ID Terik matahari Jumat pagi tak menghalangi ratusan jamaah di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surabaya untuk menunaikan Salat Istisqa. Petugas, tahanan, anak binaan, hingga jajaran pejabat pemasyarakatan menyatu dalam saf, memanjatkan doa agar Allah SWT segera menurunkan hujan di tengah kemarau yang berkepanjangan.

Lapangan Rutan Kelas I Surabaya dipadati jamaah sejak pagi, Jumat (18/9/2026). Tikar digelar sebagai alas. Para jamaah kemudian berdiri berbaris dalam saf-saf yang tertata, mengikuti rangkaian ibadah dengan penuh kekhusyukan.

Salat Istisqa dimulai tepat pukul 08.00 WIB. Di bawah sengatan matahari, seluruh jamaah mengikuti ibadah dengan tertib. Doa bersama dipanjatkan agar wilayah Indonesia yang menghadapi kondisi kekeringan segera memperoleh curahan hujan.

Pelaksanaan ibadah dipimpin langsung Kepala Rutan Kelas I Surabaya Tristiantoro Adi Wibowo bersama jajaran pejabat struktural. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur Kusnali turut hadir dan mengikuti Salat Istisqa hingga rangkaian ibadah berakhir.

Momen tersebut menghadirkan pemandangan berbeda di lingkungan pemasyarakatan. Petugas dan warga binaan berada dalam satu saf, berdiri bersama dalam pelaksanaan ibadah serta memanjatkan harapan yang sama.

Kegiatan itu sekaligus menjadi bagian dari pembinaan kepribadian warga binaan. Nilai keagamaan tidak hanya disampaikan melalui pembinaan rutin, tetapi dihayati secara langsung melalui ibadah bersama. Kepedulian terhadap kondisi masyarakat yang menghadapi kekeringan juga menjadi bagian dari doa yang dipanjatkan.

Kekhusyukan semakin terasa saat khotbah dan doa penutup disampaikan. Ratusan jamaah mengikuti dengan penuh penghayatan, sementara panas matahari terus menyinari lapangan rutan.

Usai seluruh rangkaian Salat Istisqa, petugas dan penghuni rutan saling bersalaman. Dengan tertib, warga binaan dan anak binaan kemudian kembali menuju blok hunian masing-masing.

Bagi lingkungan Rutan Kelas I Surabaya, Salat Istisqa tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan spiritual sekaligus membangun rasa kebersamaan. Di tengah kemarau, petugas dan warga binaan dipertemukan dalam satu ruang ibadah untuk mengungkapkan harapan yang sama: turunnya hujan dan hadirnya keberkahan bagi masyarakat.

Dari lapangan rutan, doa itu dipanjatkan bersama. Terik matahari menjadi saksi ketika ratusan jamaah menengadahkan tangan, memohon agar langit segera menurunkan hujan (Dd).

Tagged:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp