GRESIK — PORTAL SATU ID Proses pembinaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur tidak hanya diarahkan pada pemenuhan kebutuhan fisik dan keterampilan. Kondisi psikologis tahanan baru juga menjadi perhatian melalui penyuluhan layanan psikologi tentang kesadaran kesehatan mental.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Dalam Rutan Gresik, Jumat (2/10), tersebut diikuti sebanyak 45 tahanan baru. Penyuluhan menjadi bagian dari langkah promotif dan preventif sekaligus mendukung pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan (Mapenaling) bagi tahanan yang baru memasuki lingkungan Rutan.
Sejak awal masa pengenalan, para tahanan diberikan pemahaman bahwa kemampuan mengenali kondisi diri menjadi bagian penting dalam menghadapi lingkungan baru serta menjalani proses hukum dan pembinaan. Materi yang disampaikan mencakup pemahaman mengenai kondisi psikologis, pengenalan perasaan, respons diri terhadap situasi tertentu, hingga cara menghadapi tekanan secara lebih positif.
Kegiatan tersebut dipandu oleh peserta MagangHub yang turut berperan dalam memberikan edukasi mengenai kesehatan psikologis. Penyuluhan dikemas sebagai ruang pembelajaran sekaligus komunikasi agar para tahanan baru dapat lebih terbuka dalam memahami kondisi dirinya.
Kepala Rutan Gresik, Dhimas Isdwiyono, menegaskan bahwa kesehatan mental merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembinaan.
“Pembinaan tidak hanya berkaitan dengan aspek fisik dan keterampilan, tetapi juga bagaimana kita memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis. Melalui penyuluhan ini, kami berharap tahanan baru memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai kesehatan mental dan tidak ragu untuk mencari bantuan ketika menghadapi kesulitan,” ujar Dhimas.
Dalam penyuluhan tersebut, para tahanan juga mendapatkan pemahaman mengenai berbagai tekanan yang berpotensi muncul selama menjalani masa pembinaan. Mereka diarahkan untuk mengenali tanda-tanda ketika kondisi diri membutuhkan perhatian serta memahami pentingnya mencari dukungan dari pihak yang memiliki kompetensi.
Bagi Rutan Gresik, edukasi kesehatan mental menjadi salah satu bentuk dukungan untuk menciptakan lingkungan pembinaan yang lebih komunikatif. Tahanan baru diharapkan mampu beradaptasi dengan lingkungan Rutan sekaligus memiliki kesadaran untuk menjaga kondisi psikologisnya.
Pendekatan tersebut menempatkan layanan psikologi sebagai bagian dari pembinaan secara menyeluruh. Kesehatan fisik, keterampilan, kedisiplinan, kemampuan beradaptasi, dan kondisi psikologis menjadi aspek yang perlu diperhatikan selama proses pemasyarakatan.
Melalui kegiatan ini, Rutan Gresik kembali memperkuat komitmennya memberikan layanan yang memperhatikan kebutuhan tahanan secara menyeluruh. Sebanyak 45 tahanan baru diharapkan memiliki bekal pengetahuan untuk memahami kondisi diri, membangun kebiasaan positif, serta tidak ragu mencari bantuan apabila menghadapi kesulitan.
Kesadaran untuk mengenali kondisi diri dan keberanian meminta dukungan menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga kesejahteraan psikologis selama menjalani proses hukum dan pembinaan di Rutan Gresik (Dd).






