Home / PEMERINTAHAN / Upacara Hari Bea dan Cukai ke-80, Kakanwil DJBC Jawa Timur I Serukan Pengawasan Makin Tajam di Tengah Perdagangan yang Terus Berubah

Upacara Hari Bea dan Cukai ke-80, Kakanwil DJBC Jawa Timur I Serukan Pengawasan Makin Tajam di Tengah Perdagangan yang Terus Berubah

SIDOARJO —PORTAL SATU ID Peringatan Hari Bea dan Cukai ke-80 bukan sekadar menandai panjangnya perjalanan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Di tengah perdagangan global yang semakin dinamis dan potensi pelanggaran yang kian kompleks, momentum tersebut menjadi penegasan kembali atas tanggung jawab Bea dan Cukai sebagai penjaga perbatasan sekaligus penggerak penguatan perekonomian nasional.

Pesan itu mengemuka dalam Upacara Peringatan Hari Bea dan Cukai ke-80 yang digelar jajaran pegawai di lingkungan Kantor Wilayah DJBC Jawa Timur I, Selasa (6/10/2026).

Mengusung tema “Teguh Melindungi, Tumbuh Menguatkan Negeri”, upacara tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen institusi dalam menghadapi perubahan lingkungan strategis, terutama perkembangan perdagangan, teknologi, serta berbagai potensi peredaran barang ilegal.

Kepala Kanwil DJBC Jawa Timur I Rusman Hadi menegaskan, perjalanan 80 tahun Bea dan Cukai merupakan refleksi panjang pengabdian institusi yang terus beradaptasi mengikuti berbagai fase pembangunan dan transformasi perdagangan Indonesia.

Namun, usia panjang sebuah institusi tidak cukup hanya dimaknai sebagai catatan sejarah.

Bagi Bea dan Cukai, delapan dekade pengabdian harus menjadi pijakan untuk memperkuat kapasitas menghadapi tantangan yang terus berubah.

Rusman menekankan bahwa tugas Bea dan Cukai memiliki cakupan yang jauh lebih luas daripada sekadar mengamankan penerimaan negara.

Penjagaan perbatasan, pemberantasan penyelundupan dan peredaran barang ilegal, pemberian kepastian kepada dunia usaha, fasilitasi perdagangan, serta perlindungan terhadap masyarakat dan industri dalam negeri merupakan rangkaian tugas yang saling berkaitan.

“Dengan semangat ‘Teguh Melindungi, Tumbuh Menguatkan Negeri,’ momentum perayaan ini memperkuat komitmen kami di garis terdepan untuk kokoh menjaga perbatasan dan memberantas penyelundupan barang ilegal,” ujar Rusman Hadi.

Pernyataan tersebut menegaskan posisi Bea dan Cukai sebagai salah satu institusi yang berada di garis depan dalam menjaga kepentingan negara dari berbagai risiko yang muncul melalui aktivitas perdagangan lintas batas.

Di saat yang sama, pengawasan tidak boleh mengabaikan kebutuhan dunia usaha terhadap kepastian dan kelancaran perdagangan.

Menurut Rusman, Bea dan Cukai harus mampu menjalankan kedua fungsi tersebut secara seimbang. Pengawasan terhadap pelanggaran harus tetap kuat, sementara pelaku usaha yang menjalankan kewajiban secara patuh harus mendapatkan kepastian dan fasilitasi.

“Kehadiran kami ditujukan untuk memberikan kepastian usaha, memfasilitasi perdagangan, serta melindungi masyarakat dan industri dalam negeri agar perekonomian nasional terus berdaya saing,” lanjutnya.

Integritas Menjadi Garis Pertahanan Internal

Tantangan yang semakin kompleks juga menuntut penguatan dari dalam organisasi.

Rusman menempatkan integritas sumber daya manusia sebagai salah satu fondasi penting dalam pelaksanaan tugas Bea dan Cukai. Sebab, fungsi pengawasan, pelayanan, serta pengamanan kepentingan negara membutuhkan aparatur yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga memegang teguh integritas.

Penguatan kapasitas internal menjadi semakin penting seiring perubahan pola perdagangan dan munculnya berbagai potensi pelanggaran baru.

Dalam kondisi tersebut, kemampuan membaca data dan memanfaatkan teknologi intelijen secara adaptif menjadi bagian dari transformasi pengawasan.

Pemanfaatan teknologi diharapkan mampu membuat pengawasan lebih responsif terhadap perkembangan pola perdagangan sekaligus membantu mengantisipasi potensi pelanggaran yang berkembang di lapangan.

Dengan demikian, transformasi bukan hanya menyangkut perubahan sistem, melainkan juga bagaimana seluruh jajaran mampu bergerak mengikuti perubahan lingkungan strategis tanpa kehilangan prinsip dasar pelayanan dan integritas.

Rusman Ajak Dunia Usaha dan Masyarakat Bersinergi

Peringatan Hari Bea dan Cukai ke-80 juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.

Rusman menilai pengamanan perbatasan dan terciptanya perdagangan yang sehat tidak dapat dibebankan hanya kepada institusi pemerintah.

Kepatuhan pelaku usaha dan partisipasi masyarakat merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem perdagangan yang sehat sekaligus memperkuat efektivitas pengawasan.

Karena itu, sinergi menjadi salah satu kunci untuk menjaga amanah negara sekaligus membangun kepercayaan publik.

“Bersama seluruh elemen masyarakat dan pelaku usaha, mari terus bersinergi menjaga amanah, mengamankan negara, dan meraih kepercayaan publik demi kemajuan bangsa,” tegas Rusman.

Ajakan tersebut sekaligus menjadi penanda bahwa tantangan Bea dan Cukai ke depan tidak hanya berada pada persoalan teknis kepabeanan dan cukai. Perubahan teknologi, dinamika perdagangan global, serta berkembangnya modus penyelundupan menuntut respons yang semakin cepat dan adaptif.

Delapan puluh tahun perjalanan menjadi modal sejarah, tetapi tantangan berikutnya membutuhkan kesiapan baru.

Kanwil DJBC Jawa Timur I pun menegaskan komitmennya untuk menjalankan fungsi perlindungan, pelayanan, dan pengawasan secara beriringan.

Semangat “Teguh Melindungi, Tumbuh Menguatkan Negeri” menjadi pesan bahwa Bea dan Cukai harus mampu menjaga kepentingan negara sekaligus memberikan ruang bagi perdagangan yang sehat untuk tumbuh.

Pada akhirnya, Upacara Hari Bea dan Cukai ke-80 bukan hanya menjadi peringatan atas perjalanan delapan dekade. Di balik prosesi tersebut tersimpan penegasan mengenai tanggung jawab yang semakin besar: menjaga perbatasan, menghadang barang ilegal, melindungi masyarakat dan industri dalam negeri, memberikan kepastian kepada dunia usaha, serta memastikan fungsi kepabeanan dan cukai tetap relevan menghadapi perubahan zaman.

Delapan dekade telah berlalu. Perdagangan terus bergerak, teknologi terus berkembang, dan tantangan pengawasan semakin beragam.

Karena itu, pesan yang dibawa dari peringatan Hari Bea dan Cukai ke-80 menjadi semakin jelas: keteguhan dalam melindungi harus berjalan beriringan dengan kemampuan untuk terus tumbuh dan beradaptasi demi kepentingan negeri (Dd).

Tagged:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp