SIDOARJO— PORTAL SATU ID Pengawasan lalu lintas barang di perbatasan dan pelabuhan memiliki peran penting dalam menjaga kepentingan nasional, mulai dari keamanan perdagangan hingga perlindungan kekayaan hayati. Untuk memperkuat upaya tersebut, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jawa Timur I mengajak seluruh pemangku kepentingan meningkatkan sinergi dengan Badan Karantina Indonesia.
Kepala Kanwil DJBC Jawa Timur I, Rusman Hadi, menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Karantina Indonesia ke-149 sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 Badan Karantina Indonesia yang diperingati pada 8 Oktober 2026.
Dalam momentum tersebut, Rusman Hadi mengusung semangat “Dari Penjaga Gerbang ke Diplomasi Ekonomi Menuju Indonesia Emas”. Pesan ini menekankan bahwa tugas pengawasan tidak hanya berkaitan dengan kelancaran arus barang, tetapi juga menyangkut perlindungan sumber daya hayati dan penguatan daya saing komoditas Indonesia di pasar internasional.
Rusman Hadi memberikan apresiasi kepada Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BBKHIT) Jawa Timur yang memiliki peran dalam menjaga kesehatan hewan, ikan, dan tumbuhan sekaligus mendukung perlindungan keanekaragaman hayati Indonesia.
“BBKHIT Jawa Timur bukan hanya sekadar pelindung kelestarian hayati, melainkan merupakan pilar strategis dalam mendorong daya saing komoditas lokal di pasar global,” ujar Rusman Hadi dalam pernyataan resminya.
Koordinasi Perbatasan Menjadi Kunci Pengawasan
Aktivitas perdagangan lintas wilayah dan internasional membutuhkan sistem pengawasan yang terkoordinasi. Di kawasan pelabuhan dan pintu masuk negara, Bea Cukai dan Karantina menjalankan fungsi berbeda sesuai kewenangannya, tetapi keduanya memiliki kepentingan yang saling mendukung dalam memastikan lalu lintas barang berlangsung sesuai ketentuan.
Koordinasi antarlembaga menjadi penting untuk meningkatkan efektivitas pemeriksaan, memperkuat pertukaran informasi, serta mengantisipasi potensi risiko terhadap keamanan perdagangan dan sumber daya hayati.
Pengawasan karantina, misalnya, berperan dalam mencegah masuk dan tersebarnya penyakit hewan, hama, serta organisme pengganggu tumbuhan yang dapat berdampak terhadap sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan lingkungan. Perlindungan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan sumber daya alam yang menopang kehidupan masyarakat.
Karena itu, penguatan sinergi perlu diwujudkan melalui koordinasi yang konsisten, peningkatan kapasitas pengawasan, serta pelaksanaan prosedur yang jelas dan sesuai peraturan.
Perlindungan Hayati Berjalan Seiring dengan Perdagangan
Di tengah dinamika perdagangan global, perlindungan hayati dan kelancaran arus komoditas perlu berjalan beriringan. Pengawasan yang efektif tidak hanya membantu mengendalikan risiko, tetapi juga mendukung kepastian proses perdagangan bagi pelaku usaha yang memenuhi ketentuan.
Pemenuhan persyaratan karantina menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga kualitas komoditas dan membangun kepercayaan pasar. Hal ini dapat mendukung upaya produk lokal untuk bersaing di pasar yang lebih luas, dengan tetap memperhatikan standar kesehatan dan keamanan yang berlaku.
Pelayanan yang profesional, transparan, dan efisien juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas tata kelola. Dengan koordinasi yang baik, perlindungan kepentingan negara dapat berjalan seiring dengan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha terhadap pelayanan yang tertib.
Kanwil DJBC Jawa Timur I mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergisitas, memperketat pengawasan lintas batas, dan meningkatkan kualitas pelayanan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya Indonesia yang berdaulat, sejahtera, serta memiliki daya saing ekonomi yang semakin kuat.
Mengawal Gerbang Negara Menuju Indonesia Emas
Peringatan Hari Karantina Indonesia ke-149 dan HUT ke-3 Badan Karantina Indonesia menjadi momentum untuk mempertegas komitmen bersama dalam menjaga pintu perdagangan nasional. Tantangan yang terus berkembang menuntut setiap instansi menjalankan fungsi secara profesional sekaligus membangun koordinasi yang berkelanjutan.
Semangat “Dari Penjaga Gerbang ke Diplomasi Ekonomi Menuju Indonesia Emas” menjadi pengingat bahwa keamanan perdagangan, perlindungan kekayaan hayati, dan peningkatan daya saing komoditas merupakan bagian yang saling berkaitan dalam pembangunan nasional.
Melalui sinergi Bea Cukai, Karantina, dan seluruh pemangku kepentingan, pengawasan diharapkan semakin efektif, pelayanan semakin berkualitas, dan perlindungan sumber daya hayati semakin optimal.
Menjaga gerbang perdagangan berarti menjaga kepentingan bangsa. Dengan koordinasi yang kuat dan pelayanan yang profesional, keamanan lalu lintas barang, kelestarian hayati, serta daya saing komoditas Indonesia dapat terus diperkuat menuju Indonesia Emas (Dd).






