Home / PEMERINTAHAN / Siasat Tersembunyi di Balik Tas Terbongkar, Dua Poket Diduga Sabu Gagal Masuk Rutan Surabaya

Siasat Tersembunyi di Balik Tas Terbongkar, Dua Poket Diduga Sabu Gagal Masuk Rutan Surabaya

SIDOARJO —PORTAL SATU ID Ketatnya pemeriksaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surabaya kembali membuahkan hasil. Petugas menggagalkan dugaan upaya penyelundupan narkotika melalui jalur kunjungan tatap muka setelah menemukan dua poket barang yang diduga sabu tersembunyi pada bagian dalam tas seorang pengunjung berinisial SW, Senin (14/9/2026).

SW diamankan saat hendak mengunjungi warga binaan berinisial SI. Temuan tersebut menjadi penggagalan ketiga sepanjang September 2026 terkait dugaan upaya memasukkan barang terlarang melalui jalur kunjungan.

Kecurigaan bermula ketika petugas melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan SW. Tas tersebut terlebih dahulu menjalani pemindaian menggunakan perangkat X-Ray. Hasil pemindaian menunjukkan adanya indikasi yang dinilai tidak wajar pada bagian tertentu dari tas.

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dari bagian lapisan dalam tas ditemukan bungkusan plastik berwarna hitam yang berisi dua poket barang yang diduga narkotika jenis sabu.

Barang tersebut diduga sengaja disembunyikan di bagian dalam tas untuk menghindari pemeriksaan. Namun, sistem pengamanan berlapis serta ketelitian petugas berhasil menggagalkan upaya tersebut sebelum barang masuk ke area rutan.

SW kemudian diamankan bersama barang bukti untuk menjalani penanganan lebih lanjut. Warga binaan SI juga menjalani pemeriksaan guna mendalami fakta serta kemungkinan keterkaitannya dengan dugaan upaya masuknya barang terlarang.

Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Tristiantoro Adi Wibowo, bersama Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan turut memimpin langkah penanganan atas temuan tersebut. Penguatan pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari komitmen menjaga lingkungan pemasyarakatan tetap aman dan steril dari peredaran narkotika.

Setiap pengunjung maupun barang bawaan yang akan memasuki area kunjungan wajib melewati prosedur pemeriksaan sesuai ketentuan. Pemanfaatan X-Ray dan ketelitian petugas menjadi bagian penting dalam mendeteksi berbagai potensi penyelundupan.

Pengungkapan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa jalur kunjungan tatap muka terus menjadi perhatian serius. Berbagai modus penyembunyian barang terlarang perlu diantisipasi karena dapat mengganggu keamanan rutan serta proses pembinaan warga binaan.

Pasca-penemuan, jajaran Rutan Kelas I Surabaya berkoordinasi dengan Kanwil Ditjenpas Jawa Timur dan aparat kepolisian. SW selanjutnya diserahkan kepada Satreskoba Polresta Sidoarjo untuk pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, pemeriksaan terhadap SI dilakukan untuk mendalami dugaan keterkaitan dengan perkara tersebut. Aparat penegak hukum akan menentukan langkah selanjutnya berdasarkan hasil pemeriksaan dan alat bukti yang diperoleh.

Rutan Kelas I Surabaya menegaskan bahwa pencegahan peredaran narkotika merupakan bagian penting dari upaya menjaga keamanan dan keberlangsungan pembinaan warga binaan. Pengawasan terhadap pengunjung dan barang bawaan akan terus diperkuat untuk menutup setiap celah penyelundupan.

Keberhasilan tersebut juga memperlihatkan pentingnya sinergi antara petugas pemasyarakatan dan aparat penegak hukum. Respons cepat terhadap temuan memungkinkan proses penanganan dilakukan secara terukur sekaligus menjaga area rutan tetap kondusif.

Dengan kembali digagalkannya dugaan penyelundupan tersebut, Rutan Kelas I Surabaya menegaskan komitmennya mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, transparan, akuntabel, dan bebas dari narkoba (Dd).

Tagged:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp