GRESIK — PORTAL SATU ID Upaya menjaga keamanan dan ketertiban (kamtib) di lingkungan pemasyarakatan terus diperkuat Rutan Kelas IIB Gresik. Salah satunya dilakukan melalui kontrol keliling secara rutin oleh Kepala Regu Pengamanan (Karupam) bersama Wakil Kepala Regu Pengamanan (Wakarupam) dengan menyasar langsung blok hunian warga binaan, Selasa (29/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah preventif jajaran pengamanan untuk memastikan kondisi lingkungan rutan tetap aman, tertib dan kondusif. Pengawasan tidak hanya diarahkan pada situasi di dalam blok hunian, tetapi juga mencakup kondisi sarana dan prasarana yang berkaitan langsung dengan sistem pengamanan.
Dalam kontrol tersebut, Karupam dan Wakarupam menyusuri sejumlah area blok hunian serta titik-titik yang menjadi bagian dari pengawasan petugas. Pemeriksaan dilakukan secara langsung terhadap berbagai perangkat pengamanan, mulai dari teralis, gembok, pintu hingga bagian lain yang memiliki fungsi penting dalam mendukung keamanan blok.
Pengecekan secara berkala tersebut dilakukan untuk memastikan perangkat pengamanan berada dalam kondisi baik dan dapat menjalankan fungsinya sebagaimana mestinya. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun pola pengamanan yang mengedepankan kewaspadaan dan deteksi dini.
Pelaksanaan kontrol keliling tersebut juga menjadi implementasi tugas dan fungsi pengamanan pemasyarakatan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, Permenkumham Nomor 8 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Keamanan dan Ketertiban pada Satuan Kerja Pemasyarakatan, serta Keputusan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS-46.PR.01.03 Tahun 2025 tentang Standar Pencegahan Gangguan Keamanan dan Ketertiban Pemasyarakatan.
Melalui ketentuan tersebut, pengamanan diarahkan untuk dilaksanakan secara berkesinambungan, termasuk melalui pengawasan langsung dan deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban.
Tidak berhenti pada pemeriksaan sarana pengamanan, petugas juga memantau aktivitas warga binaan secara langsung. Dari kontrol tersebut, jajaran pengamanan dapat melihat kondisi aktual di dalam blok, termasuk situasi lingkungan, pola interaksi antarwarga binaan serta dinamika yang berpotensi memengaruhi stabilitas keamanan.
Berbagai informasi maupun temuan yang diperoleh selama pelaksanaan kontrol menjadi bahan evaluasi bagi petugas dalam menentukan langkah pengamanan selanjutnya. Dengan demikian, pengawasan tidak hanya bersifat rutin, tetapi juga menjadi instrumen untuk membaca kondisi lapangan secara lebih cepat.
Di sisi lain, pendekatan humanis turut menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Petugas menyempatkan diri menyapa dan berkomunikasi langsung dengan warga binaan. Interaksi tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi mereka sekaligus membuka ruang bagi penyampaian informasi, aspirasi maupun kendala yang dihadapi selama menjalani masa pembinaan.
Komunikasi langsung dinilai penting karena keamanan di dalam rutan tidak hanya bertumpu pada keberadaan sarana pengamanan, tetapi juga membutuhkan hubungan komunikasi yang baik antara petugas dan warga binaan.
Kepala Rutan Kelas IIB Gresik, Dhimas Isdwiyono, menegaskan bahwa kontrol keliling yang dilakukan secara rutin merupakan salah satu bagian penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban.
«“Kontrol keliling yang dilakukan secara rutin menjadi bagian penting dalam deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Di samping itu, komunikasi yang baik antara petugas dan warga binaan dapat menciptakan suasana yang aman, tertib, dan kondusif di dalam rutan,” ujarnya.»
Sementara itu, Karupam yang bertugas, Suprayitno, menyampaikan bahwa kontrol keliling memiliki fungsi yang lebih luas. Selain memastikan aspek pengamanan berjalan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk membangun komunikasi yang lebih dekat dengan warga binaan.
“Melalui kegiatan kontrol keliling, kami ingin memastikan warga binaan merasa diperhatikan serta memiliki ruang untuk menyampaikan informasi maupun keluhan yang berkaitan dengan kondisi di blok hunian. Pendekatan humanis seperti ini sangat penting dalam mendukung terciptanya keamanan yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Konsistensi kontrol keliling menunjukkan bahwa pengamanan di Rutan Kelas IIB Gresik diarahkan pada pola kerja yang menggabungkan pengawasan langsung, pemeriksaan sarana keamanan, deteksi dini dan komunikasi humanis.
Pola tersebut menjadi penting dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman dan tertib sekaligus mendukung proses pembinaan warga binaan. Dengan pengawasan yang dilakukan secara rutin dan komunikasi yang tetap terjaga, potensi persoalan di lingkungan blok hunian diharapkan dapat diketahui lebih awal dan ditangani sesuai prosedur.
Jajaran Rutan Kelas IIB Gresik pun terus mendorong sinergi antara petugas dan warga binaan sebagai bagian dari upaya menjaga kondusivitas lingkungan rutan. Pengamanan yang dilakukan secara konsisten, terukur dan humanis diharapkan mampu menjadi fondasi bagi terciptanya situasi pemasyarakatan yang aman, tertib serta mendukung keberlangsungan seluruh proses pembinaan (Dd).






