Home / PEMERINTAHAN / Rutan Gresik Gandeng Kampus Siapkan Keterampilan Produktif, Kolam Lele Dibidik Jadi Laboratorium Kemandirian Warga Binaan

Rutan Gresik Gandeng Kampus Siapkan Keterampilan Produktif, Kolam Lele Dibidik Jadi Laboratorium Kemandirian Warga Binaan

GRESIK –PORTAL SATU ID Upaya mempersiapkan warga binaan agar mampu menjalani kehidupan yang lebih mandiri setelah bebas terus diperkuat Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur. Kali ini, Rutan Gresik menjajaki kolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Gresik (UM Gresik) untuk mengembangkan pelatihan pemijahan ikan lele sebagai bagian dari pembinaan kemandirian berbasis keterampilan.

Penjajakan tersebut dilakukan melalui kunjungan mahasiswa dan dosen UM Gresik ke Rutan Gresik pada Rabu (14/10/2026). Kedatangan rombongan disambut Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan, Ari Djoko Irwanto, bersama jajaran staf Pelayanan Tahanan.

Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi antara institusi pemasyarakatan dan dunia akademik dalam menghadirkan program pembinaan yang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membuka kesempatan bagi warga binaan untuk mempelajari keterampilan yang berpotensi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu agenda utama yang dibahas adalah rencana pelatihan pemijahan ikan lele. Program tersebut diharapkan memberikan pemahaman dasar kepada warga binaan mengenai teknik pembenihan, proses pemijahan, hingga tahapan awal pemeliharaan benih ikan secara tepat dan berkelanjutan.

Kepala Rutan Gresik, Dhimas Isdwiyono, menyampaikan bahwa pembinaan kemandirian perlu terus dikembangkan melalui inovasi dan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memperluas akses pembelajaran sekaligus memberikan bekal keterampilan yang bermanfaat bagi warga binaan setelah kembali ke tengah masyarakat.

“Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan program pembinaan yang memberikan manfaat nyata bagi warga binaan. Melalui kerja sama dengan UM Gresik, kami berharap keterampilan di bidang perikanan dapat menjadi bekal yang bermanfaat bagi mereka untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri setelah kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Komitmen tersebut menegaskan bahwa pembinaan tidak semata-mata berfokus pada kegiatan selama warga binaan berada di dalam rutan. Lebih dari itu, pembinaan diharapkan mampu membantu mereka mengenali potensi diri, mengembangkan kemampuan, dan mempersiapkan langkah untuk kembali berintegrasi dengan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan, Ari Djoko Irwanto, menjelaskan bahwa rencana pelatihan pemijahan lele sekaligus menjadi upaya mengoptimalkan sarana yang telah tersedia di lingkungan Rutan Gresik. Kolam ikan lele yang ada berpotensi dikembangkan menjadi tempat pembelajaran praktik yang mendukung kegiatan pembinaan kemandirian.

“Kami melihat adanya peluang untuk mengembangkan kolam ikan lele yang sudah tersedia menjadi sarana pembelajaran praktik bagi warga binaan. Dengan pendampingan dari pihak akademisi, kami berharap mereka dapat memahami teknik pemijahan dan budidaya ikan lele secara lebih terarah,” jelasnya.

Untuk mematangkan rencana tersebut, mahasiswa dan dosen UM Gresik bersama Ari Djoko Irwanto serta jajaran Pelayanan Tahanan melakukan peninjauan langsung ke area kolam ikan lele. Kegiatan ini bertujuan mengamati kondisi fasilitas, lingkungan kolam, serta mengidentifikasi kebutuhan teknis yang perlu dipersiapkan sebelum pelatihan dilaksanakan.

Peninjauan lapangan menjadi bagian penting dalam menyusun program agar sesuai dengan kondisi sarana yang tersedia. Melalui koordinasi antara Rutan Gresik dan pihak akademisi, pelatihan diharapkan dapat dirancang secara terarah, mudah diterapkan, dan memberikan pengalaman belajar yang relevan bagi warga binaan.

“Melalui kunjungan ini, kami bersama UM Gresik dapat melihat kondisi kolam serta mengidentifikasi kebutuhan teknis yang diperlukan. Harapannya, pelatihan nantinya dapat berjalan optimal, mudah diterapkan, dan mampu mendorong warga binaan untuk mengembangkan keterampilan produktif,” tambah Ari.

Apabila terealisasi, pelatihan tersebut berpotensi memberikan nilai tambah bagi program pembinaan di Rutan Gresik. Warga binaan dapat memperoleh pengetahuan dasar mengenai budidaya ikan lele yang berpeluang dikembangkan menjadi kegiatan usaha, bekal memasuki dunia kerja, maupun aktivitas produktif sesuai kemampuan dan kesempatan masing-masing.

Kolaborasi dengan perguruan tinggi juga membuka ruang bagi pengembangan pembinaan yang lebih aplikatif. Dukungan pengetahuan akademik diharapkan dapat membantu proses pembelajaran berlangsung secara terarah, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas yang tersedia di lingkungan rutan.

Melalui penjajakan kerja sama bersama UM Gresik, Rutan Kelas IIB Gresik di bawah kepemimpinan Dhimas Isdwiyono terus berupaya membangun pembinaan yang berorientasi pada peningkatan kompetensi, kemandirian, dan kesiapan warga binaan menghadapi kehidupan setelah bebas.

Sebab, masa depan warga binaan tidak cukup hanya dipersiapkan dengan harapan, tetapi juga membutuhkan keterampilan, kesempatan belajar, dan bekal nyata untuk membangun kehidupan yang lebih produktif setelah kembali ke masyarakat (Dd).

Tagged:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp