Home / PEMERINTAHAN / Integritas Diuji di Lapangan, Rutan Gresik Tunjukkan Transparansi Pelayanan hingga Fasilitas Ramah Disabilitas

Integritas Diuji di Lapangan, Rutan Gresik Tunjukkan Transparansi Pelayanan hingga Fasilitas Ramah Disabilitas

GRESIK —PORTAL SATU ID Komitmen membangun tata kelola pemerintahan yang bersih tidak cukup berhenti pada dokumen dan deklarasi. Implementasinya harus terlihat dalam perilaku petugas, kualitas pelayanan, keterbukaan prosedur, hingga pengalaman masyarakat dan warga binaan. Prinsip inilah yang menjadi bagian penting dalam Verifikasi Lapangan Anugerah Pembangunan Budaya Integritas (APBI) Madya yang diikuti Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik, Senin (19/10/2026).

Verifikasi yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi penerapan budaya integritas sekaligus mengukur kesesuaian antara komitmen reformasi birokrasi dengan pelaksanaan tugas sehari-hari di lingkungan pemasyarakatan.

Kegiatan ini diikuti jajaran Rutan Gresik bersama Tim Zona Integritas (ZI) serta perwakilan Tim Evaluator Internal Reformasi Birokrasi Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur. Adapun proses penilaian dilakukan oleh Tim Penilai Mandiri (TPM) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang terdiri atas unsur Inspektorat Jenderal, Sekretariat Jenderal, dan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan perkenalan antara tim penilai dengan jajaran Rutan Gresik. Selanjutnya, Fuad Makhmumi Romadhon memandu virtual tour untuk memperlihatkan secara langsung kondisi lingkungan rutan, fasilitas pelayanan publik, serta berbagai sarana dan prasarana yang mendukung penyelenggaraan layanan pemasyarakatan.

Melalui peninjauan virtual tersebut, tim penilai memperoleh gambaran mengenai sejumlah area, mulai dari lingkungan luar rutan dan area parkir, fasilitas pelayanan publik, ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), hingga fasilitas pendukung bagi penyandang disabilitas.

Petugas juga memaparkan alur pelayanan bagi masyarakat, termasuk upaya menghadirkan prosedur yang jelas, akses yang mudah, serta pelayanan yang nyaman dan transparan. Penjelasan ini menjadi bagian dari upaya menunjukkan bahwa pembangunan budaya integritas tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan persyaratan administrasi, tetapi juga menyangkut bagaimana prinsip-prinsip tersebut diterapkan dalam pelayanan nyata.

Kepala Rutan Gresik, Dhimas Isdwiyono, menegaskan bahwa integritas harus menjadi budaya kerja yang melekat dalam setiap pelaksanaan tugas. Menurutnya, profesionalisme, kedisiplinan, transparansi, dan akuntabilitas perlu diwujudkan secara konsisten agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat maupun warga binaan.

“Integritas harus menjadi budaya kerja yang diterapkan dalam setiap pelaksanaan tugas, bukan sekadar komitmen di atas kertas. Melalui verifikasi lapangan APBI Madya ini, kami ingin menunjukkan bahwa Rutan Gresik terus berupaya membangun pelayanan yang profesional, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Kami juga berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan,” ujar Dhimas.

Wawancara Warga Binaan Jadi Bagian Penilaian

Tidak hanya memeriksa sarana dan prasarana, Tim Penilai Mandiri juga melakukan wawancara dengan sejumlah warga binaan. Langkah ini dilakukan untuk menggali pemahaman serta pengalaman mereka mengenai penerapan budaya integritas di lingkungan rutan.

Wawancara tersebut menjadi salah satu aspek penting dalam proses verifikasi karena memberikan perspektif langsung dari pihak yang menjalani pelayanan dan pembinaan. Melalui keterangan warga binaan, tim penilai dapat memperoleh gambaran tambahan mengenai kesesuaian antara komitmen yang disampaikan jajaran petugas dengan praktik pelayanan di lapangan.

Pendekatan ini sekaligus menegaskan bahwa keberhasilan membangun budaya integritas tidak semata-mata diukur dari kelengkapan dokumen atau ketersediaan fasilitas. Konsistensi pelaksanaan aturan, kualitas interaksi petugas dengan warga binaan, serta kepastian prosedur juga menjadi bagian penting dalam membentuk lingkungan pemasyarakatan yang profesional dan akuntabel.

Bagi Rutan Gresik, verifikasi APBI Madya juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan berbagai langkah yang telah dilakukan dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat fasilitas inklusif, serta menanamkan nilai integritas dalam pelaksanaan tugas.

Di sisi lain, proses penilaian tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sarana evaluasi untuk mengidentifikasi aspek yang masih perlu disempurnakan. Dengan demikian, verifikasi tidak hanya berorientasi pada hasil penilaian, tetapi juga mendorong perbaikan berkelanjutan dalam sistem kerja dan pelayanan.

Perkuat Zona Integritas dan Kepercayaan Publik

Pembangunan Zona Integritas membutuhkan konsistensi seluruh unsur organisasi. Nilai kejujuran, kedisiplinan, profesionalisme, keterbukaan, dan tanggung jawab harus menjadi pedoman dalam pengambilan keputusan maupun pelaksanaan pelayanan sehari-hari.

Dalam konteks tersebut, keikutsertaan Rutan Gresik dalam Verifikasi Lapangan APBI Madya merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemasyarakatan yang bersih, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Penyediaan fasilitas yang ramah bagi penyandang disabilitas, kejelasan alur pelayanan, serta keterlibatan warga binaan dalam proses evaluasi menjadi aspek yang relevan untuk terus dikembangkan. Pelayanan yang baik tidak hanya ditentukan oleh tersedianya sarana, tetapi juga oleh kepastian prosedur, perlakuan yang profesional, dan konsistensi penerapan standar.

Melalui evaluasi dan pembenahan secara berkelanjutan, Rutan Gresik diharapkan mampu terus meningkatkan mutu pelayanan sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pemasyarakatan.

Pada akhirnya, budaya integritas harus tercermin dalam tindakan nyata, bukan sekadar menjadi slogan kelembagaan. Komitmen tersebut perlu dibuktikan melalui pelayanan yang terbuka, disiplin yang konsisten, serta akuntabilitas dalam setiap pelaksanaan tugas.

Verifikasi APBI Madya menjadi salah satu momentum untuk mengukur sekaligus memperkuat upaya tersebut, sejalan dengan pembangunan Zona Integritas dan cita-cita menghadirkan pelayanan pemasyarakatan yang profesional, inklusif, transparan, serta bebas dari penyimpangan (Dd).

Tagged:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp